Selasa 25 Jan 2022 21:05 WIB

Penularan Covid-19 di Kota Batam Kian Meluas

Kasus Covid-19 di Kota Batam bertambah di enam kecamatan

Red: Nur Aini
Petugas berjalan di depan area kamar  Gedung Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, Jumat (22/10/2021). Pemerintah Kota Batam tidak lagi mengunakan Gedung Asrama Haji sebagai pusat karantina seiring menurunnya jumlah kasus warga yang terkonfirmasi positif akibat Covid-19.
Foto: ANTARA/Teguh Prihatna
Petugas berjalan di depan area kamar Gedung Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, Jumat (22/10/2021). Pemerintah Kota Batam tidak lagi mengunakan Gedung Asrama Haji sebagai pusat karantina seiring menurunnya jumlah kasus warga yang terkonfirmasi positif akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Penularan Covid-19 di Kota Batam Kepulauan Riau semakin meluas dengan bertambahnya jumlah warga yang terpapar virus Corona di enam kecamatan pulau utama.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan terdapat 23 kasus aktif Covid-19, setelah lima orang dinyatakan terpapar pada Selasa (25/1/2022).

Baca Juga

"Ada penambahan Covid-19, sekarang ada 23 kasus aktif," kata Wali Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan umumnya, penambahan kasus Covid-19 terdeteksi saat pemeriksaan untuk kepentingan perjalanan.

"Umumnya hasil skrining untuk perjalanan," kata dia.

Dari 23 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 11 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Batam, lima orang isolasi mandiri, enam orang dirawat di RSKI Galang, dan seorang di RSUD Embung Fatimah. Warga yang positif Covid-19 tersebar di enam kecamatan pulau utama, yaitu Lubukbaja, Batuampar, Bengkong, Nongsa, Batam Kota, dan Sagulung. Menjadikan hanya tiga kecamatan yang masih hijau yaitu Sekupang, Batuaji, dan Seibeduk. Sedangkan tiga kecamatan pulau penyangga masih nol kasus.

Dengan begitu, secara kumulatif hingga hari ini, sebanyak 25.879 orang positif Covid-19, 25.014 orang selesai isolasi, 842 orang meninggal, dan 23 kasus aktif.Tingkat kesembuhan 96,66 persen, tingkat kematian 3,25 persen, dan kasus aktif 0,09 persen. Sementara itu, dalam keterangannya, Satgas menyebutkan, dari 842 kasus meninggal di Batam, 433 di antaranya tanpa komorbid, dan 409 lainnya dengan komorbid.

Penyakit komorbid paling tinggi pada kasus kematian Covid-19 adalah diabetes melitus sebanyak 216 kasus, hipertensi sebanyak 182 kasus, dan pneumonia sebanyak 104 kasus. Sementara itu, hasil asesmen situasi Covid-19 Batam per 23 Januari 2021 adalah level dua.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement