Senin 24 Jan 2022 19:31 WIB

Puluhan Rumah di Sragen Rusak Diterjang Angin Kencang

Angin kencang melanda tiga keamatan di Kabupaten Sragen

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nur Aini
Cuaca angin kencang. (ilustrasi)
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Cuaca angin kencang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah pada Ahad (23/1/2022) pukul 17:15 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen melaporkan, sebanyak 34 unit rumah mengalami rusak ringan.

"Selain itu, tercatat terdapat 27 pohon tumbang diakibatkan kejadian ini," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (24/1/2022).

Baca Juga

Peristiwa itu terjadi setelah hujan disertai angin kencang yang berdampak di tiga kecamatan. Ketiga titik lokasi bencana tersebut berada di Desa Pelem Gadung di Kecamatan Karang Malang, Desa Ngarum di Kecamatan Ngrampal, dan Desa Wonotolo di Kecamatan Gondang.

BPBD Kabupaten Sragen segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan cepat dan data sementara tercatat 34 KK terdampak atas kejadian itu. Hingga kini, untuk jaringan komunikasi ini tidak terganggu dan kondisi di lapangan sudah mulai kondusif.

 

Menyikapi prakiraan BMKG mengenai puncak musim hujan masih berpotensi terjadi hingga Februari, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah di tingkat kabupaten/kota maupun yang lebih kecil kecamatan/desa untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya hidrometeorologi.

"Masyarakat dapat melihat potensi bahaya dan risiko di sekitar melalui aplikasi inaRISK atau pun informasi cuaca dari sumber terpercaya," kata Abdul Muhari.

Baca: Kasus Covid-19 Omicron Tembus 1.626, Lebih dari 1.000 dari Pelaku Perjalanan Internasional

Baca: Tangerang Tutup Semua Taman dan RTH untuk Tekan Kasus Covid-19

Baca:Jumlah Pengunjung Kebun Raya Bogor Berkurang Terpengaruh Ganjil Genap

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement