Kamis 20 Jan 2022 14:01 WIB

Banjir di Pakuhaji Masih Capai 80 Cm, Warga tidak Ada yang Mengungsi

Warga tidak mau dievakuasi atau mengungsi karena menganggap banjir hal yang biasa.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah pelajar SD Negeri Keramat 2 melintasi genangan air yang merendam halaman sekolahnya, di Keramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.
Foto: Antara
Sejumlah pelajar SD Negeri Keramat 2 melintasi genangan air yang merendam halaman sekolahnya, di Keramat, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sebanyak ratusan KK di kawasan Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten masih terendam banjir, Kamis (20/1), imbas luapan sungai dan curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah tersebut beberapa hari ini.

Pihak Kecamatan Pakuhaji menyampaikan, meski banjir belum surut, warga yang terdampak banjir tidak ada yang mengungsi, alias bertahan di tempat tinggalnya masing-masing.

Baca Juga

"Sampai saat ini warga tidak mau dievakuasi atau mengungsi karena menganggap (kejadian banjir) hal yang biasa," ujar Camat Pakuhaji Asmawi, Kamis (20/1).

Asmawi menjelaskan, pihaknya telah melakukan monitoring ke titik-titik yang terdampak banjir akibat curah hujan dan luapan air sungai pembuang. Diantaranya, lokasi banjir di Jalan Sungai Turi, Kampung Sungai Turi, RT 01, 02 RW 10, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji.

Ketinggian air di lokasi tersebut antara 50 sampai dengan 80 sentimeter (cm) dengan jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 175 KK. Lalu di Jalan Sungai Turi Kampung Sungai Turi RT 01, 02 RW 11, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji.

Kondisi ketinggian air serta jumlah KK yang terdampak sama, yakni 50 cm sampai 80 cm dengan jumlah 175 KK. Kemudian, di Kampung Kebon Mahi RT 01/ 01, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji tercatat ketinggian air 30 sampai 50 cm dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 80 KK.

"Juga Kampung Kamal RT 02/ 05, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji. Ketinggian air 30 cm sampai dengan 50 cm. Jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 230 KK," terangnya.

Asmawi menuturkan, meskipun tidak ada warga yang mengungsi, telah disiapkan lokasi pengungsian sebagai upaya antisipasi. "Lokasi pengungsian yang disiapkan depan pos satpam pergudangan 19 dan pergudangan BLP," tuturnya.

Masyarakat diimbau agar tidak panik dengan kondisi banjir yang belum teratasi. Apabila ketinggian air semakin naik, warga diminta untuk siap-siap meninggalkan lokasi, mencari tempat pengungsi ke tempat yang lebih tinggi, serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement