Rabu 19 Jan 2022 21:18 WIB

Delapan Korban Keracunan Nasi Kotak di Sukabumi Masih Dirawat Intensif

Sejumlah warga di Ciasahan Sukabumi keracunan usai makan nasi kotak acara akikah

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah warga di Ciasahan Sukabumi keracunan usai makan nasi kotak acara akikah. Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Sejumlah warga di Ciasahan Sukabumi keracunan usai makan nasi kotak acara akikah. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Sebanyak delapan warga Kampung Ciasahan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang diduga keracunan makanan usai menyantap nasi kotak pada acara syukuran akikah, masih menjalani perawatan intensif dari tim medis Puskesmas Jampangtengah.

"Kondisi kesehatan para korban memang sudah berangsur membaik tapi masih harus menjalani perawatan di puskesmas dan observasi karena kondisinya masih lemas," kata Kapolsek Jampangtengah Asep Nurdin kepada wartawan di Sukabumi, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di RT 11/03, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah terjadi pada Sabtu (15/1/2022). Saat itu, salah seorang warga kampung tersebut melaksanakan syukuran berupa akikah anaknya. Selain melaksanakan akikah, acara tersebut juga merupakan ajang silaturahmi dengan warga sekitar karena yang mempunyai hajat merupakan seorang pendatang.

Usai syukuran sekaligus silaturahim, warga yang datang pada acara tersebut dibekali nasi kotak saat pulang. Awalnya sejumlah warga menyantap hidangan nasi kotak tersebut tidak merasakan gejala keracunan. Namun selang sehari tepatnya pada Ahad (16/1/2022) sebagian warga mulai merasakan mual, mulas, pusing, muntah hingga ada yang buang air besar secara terus menurus.

Ternyata kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang saja. Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan dan berobat ke puskesmas setempat terus bertambah hingga Selasa (18/1/2022). Dari sejumlah korban yang berobat hanya delapan warga yang harus menjalani perawatan karena kondisi kesehatannya terus menurun.

Menurut Asep, pihaknya pun sudah melakukan penyelidikan atas kasus dugaan keracunan ini dan berkoordinasi dengan petugas puskemas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk mengungkap penyebab kejadian dugaan keracunan massal tersebut.

"Kami sudah memintai keterangan dari sejumlah korban dan mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan penelitian oleh pihak dinkes. Sementara untuk penyebab utamanya belum bisa diketahui masih menunggu hasil uji laboratorium tapi diduga akibat mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan pada acara syukuran," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement