Kamis 13 Jan 2022 20:32 WIB

Sebanyak 1.473 Hunian Sementara dan Tetap akan Dibangun untuk Korban Erupsi Semeru

Lokasi pembangunan hunian itu di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang

Rep: Febryan A/ Red: Hiru Muhammad
Suasana rumah warga yang terdampak awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Sejumlah warga terdampak APG Gunung Semeru setiap harinya mengunjungi rumahnya yang rusak dan sore harinya kembali ke pengungsian.
Foto: ANTARA/seno
Suasana rumah warga yang terdampak awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Sejumlah warga terdampak APG Gunung Semeru setiap harinya mengunjungi rumahnya yang rusak dan sore harinya kembali ke pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, sebanyak 1.473 hunian sementara dan hunian tetap akan dibangun untuk korban erupsi Gunung Semeru. Pembangunannya ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan ke depan. 

Suharyanto sudah meninjau langsung lokasi pembangunan hunian itu di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Kamis (13/1). Dia melihat sudah ada satu rumah contoh untuk jadi acuan pembangunan rumah lainnya. 

Baca Juga

Suharyanto mengatakan, seribu lebih hunian itu bakal dibangun di atas lahan seluas 81 hektare. Hunian sementara (huntara) akan dibangun dengan ukuran 4,8 x 6 meter di atas lahan 10 x 14 meter. Sedangkan hunian tetap (huntap) bakal dibangun oleh pemerintah dengan ukuran 6 x 6 meter di atas lahan 10 x 14 meter. 

Suharyanto tak menyebutkan persisnya berapa jumlah huntara dan huntap. Dia hanya bilang bahwa huntara akan dibangun oleh donatur. "Hingga saat ini, tidak kurang dari 40 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sudah menyatakan komitmen bantuan untuk pembangun huntara di Sumbermujur," ujar Suharyanto lewat siaran persnya, Kamis. 

 

Sedangkan huntap bakal dibangun oleh pemerintah. "Huntara bisa berkoordinasi dengan LSM, kalau huntap ini tanggung jawab pemerintah jangan sampai warga menunggu terlalu lama," kata Suharyanto. 

Suharyanto pun meminta Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, agar memastikan pembangunan huntara dapat diselesaikan segera untuk dapat dimanfaatkan masyarakat. Dia juga meminta agar pembangunan huntap dapat berjalan beriringan. 

Thoriqul Haq mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan huntara rampung dalam kurun waktu satu bulan. "Sedangkan pembangunan huntap yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir," kata Thoriqul. 

Mengacu pada Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/556/427.12/2021, status transisi darurat ke pemulihan bencana Erupsi Gunung Semeru berlangsung selama 90 hari, mulai 25 Desember 2021 hingga 24 Maret 2022. 

Suharyanto juga meminta Thoriqul memastikan pembangunan fasilitas dasar seperti akses air dan keamanan warga penghuni huntara. "Selain bangunan, di kawasan relokasi ini juga akan dibangun fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga di antaranya masjid, taman, pasar, dan sarana olahraga," ujar jenderal bintang tiga ini.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement