Kamis 13 Jan 2022 17:18 WIB

Jerman Perpanjang Misi Militernya di Irak

Tentara Jerman akan melatih pasukan Irak dan terlibat dalam operasi melawan ISIS.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Irak.
Foto: ABC
Tentara Irak.

REPUBLIKA.CO.ID,  BERLIN  -- Jerman akan memperpanjang misi militernya di Irak hingga akhir Oktober mendatang. Mereka bakal terus melanjutkan dukungan bagi pasukan koalisi internasional untuk menumpas milisi ISIS.

Pemerintah Jerman mengungkapkan, selain berpartisipasi dalam operasi pemberantasan ISIS, pasukan mereka juga akan memberikan pelatihan kepada militer Irak.

Baca Juga

“Pengerahan itu sebagai tanggapan atas permintaan bantuan Irak dan akan fokus pada pengembangan kapasitas pasukan keamanan Irak,” katanya, Rabu (12/1/2022), dilaporkan Anadolu Agency.

Mandat perpanjangan masa operasi di Irak yang perlu disetujui parlemen Jerman, memungkinkan pemerintah untuk mengerahkan hingga 500 tentara. Pada Desember tahun lalu, Irak mengumumkan berakhirnya misi tempur pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

"Hari ini kami mengakhiri putaran terakhir dialog dengan koalisi internasional, yang kami mulai tahun lalu, untuk secara resmi mengumumkan akhir misi tempur pasukan koalisi serta penarikan mereka dari Irak," kata Penasihat Keamanan Nasional Irak Qassem al-Araji lewat akun Twitter pribadinya pada 9 Desember 2021 lalu.

Dia mengungkapkan, hubungan dengan pasukan koalisi AS akan tetap berlanjut. Namun mereka akan fokus pada bidang pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan.

Pada 26 Juli 2021, Irak dan AS menggelar dialog strategis putaran keempat atau yang terakhir. Dalam pembicaraan tersebut, kedua belah pihak sepakat tentang penarikan pasukan AS dari Irak pada akhir 2021.

AS telah memimpin pasukan koalisi untuk memberantas ISIS dan kelompok teror lainnya di Irak sejak 2014. Dengan bantuan mereka, pasukan Irak berhasil mengalahkan ISIS pada 2017.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement