Rabu 22 Dec 2021 02:44 WIB

Menhub: Sudah 4 Ribu Orang ke Luar Negeri per Hari Ini

Menhub mengimbau warga tidak bepergian ke luar negeri.

Rep: retno wulandari/ Red: Dwi Murdaningsih
Sejumlah penumpang pesawat berjalan di area Terminal 2F Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (17/12/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022.
Foto: Antara/Fauzan
Sejumlah penumpang pesawat berjalan di area Terminal 2F Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (17/12/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022. Hal tersebut untuk menghindari penyebaran Covid-19 varian Omicron di dalam negeri. 

Dalam beberapa waktu terakhir, Budi melihat kecenderungan masyarakat untuk keluar negeri cukup tinggi. Menurut Budi, kondisi tersebut cukup memprihatinkan di tengah perkembangan penyebaran varian Omicron di sejumlah negara.

 

"Di Soetta sudah ada 4 ribu yang keluar negeri per hari, ini mengkhawatirkan, oleh karena itu kita tidak menyarankan ke luar negeri," kata Budi, Selasa (21/12). 

 

Budi menegaskan pemerintah tidak akan menerapkan aturan PPKM menjelang periode Nataru. Ia melihat upaya pemerintah dalam memperketat protokol kesehatan, vaksinasi hingga pemberlakukan PPKM beberapa waktu belakang relatif membuahkan hasil yang positif.  

 

Budi pun optimistis kondisi tersebut dapat terus dipertahankan. Menurut Budi, pemerintah bersama stakeholder lainnya juga terus melakukan diskusi setiap kali adanya penambahan kasus baru. Selain itu, evaluasi secara berkala setiap harinya juga masih dilakukan. 

 

"Kita tetap menempuh prokes yang ketat serta mendorong vaksin. Pengetatan prokes menurut ahli sangat menurunkan kemungkinan tertularnya Omicron," tutur Budi. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement