Jumat 17 Dec 2021 10:23 WIB

Kecelakaan di Tol Cipali pada 2021 Meningkat Dibandingkan 2020

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Tol Cipali menurun hingga 31 persen.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kendaraan arah Jakarta (lajur kiri) melintas di jalan  Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021).
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kendaraan arah Jakarta (lajur kiri) melintas di jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON --  Kasus kecelakaan di ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Provinsi Jawa Barat (Jabar), hingga November 2021 mengalami kenaikan 14 persen apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan korban meninggal dunia mengalami penurunan hingga 31 persen.

"Tingkat fasilitas kecelakaan (korban meninggal dunia) mengalami penurunan hingga 31 persen," kata General Manager Operasi AstraTol Cipali, Suyitno melalui pesan tertulis yang diterima di Cirebon, Jabar, Kamis (16/12).

Baca Juga

Suyitno mengatakan, untuk kasus data kecelakaan dari bulan Januari 2021 hingga November 2021 memang mengalami peningkatan hingga 14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020. Tercatat pada periode tersebut untuk di tahun 2021 terdapat 301 kasus kecelakaan di jalan tol Cipali. Sedangkan pada 2020 terdapat 263 kasus.

Meskipun mengalami peningkatan jumlah kecelakaan, sambung dia, untuk fatalitas atau korban meninggal dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu mencapai 31 persen. Pada 2020, korban meninggal dunia akibat kecelakaan mencapai 70 orang. Adapun pada periode yang sama tahun 2021 terdapat 48 orang. "Tingkat fatalitas berkurang, dan ini merupakan salah satu upaya kita," tutur Suyitno.

Dia menambahkan, saat ini sepanjang jalan Tol Cipali terdapat pembatas jalan (wire rope) yang terbuat dari sling baja. Fasilitas itu berfungsi untuk meminimalkan fatalitas kecelakaan. Menurut Suyitno, ketika terjadi kecelakaan maka kendaraan tidak lagi menyeberang ke jalur berlawanan. Sehingga kecelakaan tidak terlalu fatal dan meminimalkan korban.

"Kalau tidak ada wire rope, maka akan menyeberang ke arah berlawanan, sehingga kecelakaannya fatal banyak korban. Dan dengan ada wire rope maka akan tertahan sehingga tidak menyeberang ke jalur berlawanan," kata Suyitno.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement