Jumat 17 Dec 2021 04:55 WIB

Anies Terima Penghargaan Inklusi Keuangan 2021 untuk Pemprov DKI

Penghargaan diserahkan Ketua OJK kepada Anies dalam Rakornas TPAKD.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri) menyerahkan penghargaan Provinsi Terbaik dalam Inovasi Pengembangan Program Inklusi Keuangan di Wilayah Perkotaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 di Jakarta, Kamis (16/12/2021). Rakornas TPAKD 2021 diharapkan dapat semakin meningkatkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang berimplikasi pada Pemulihan Ekonomi Nasional serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.
Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri) menyerahkan penghargaan Provinsi Terbaik dalam Inovasi Pengembangan Program Inklusi Keuangan di Wilayah Perkotaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 di Jakarta, Kamis (16/12/2021). Rakornas TPAKD 2021 diharapkan dapat semakin meningkatkan komitmen dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang berimplikasi pada Pemulihan Ekonomi Nasional serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih penghargaan TPKAD Award 2021 sebagai provinsi terbaik dalam pengembangan inklusi keuangan 2021 dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Penghargaan diserahkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso kepada Anies Baswedan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD.

"Penghargaan ini akan semakin menguatkan ikhtiar Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan inovasi dan terobosan baru guna meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Kamis (16/12).

Baca Juga

Pada kesempatan itu, Anies mengapresiasi jajaran Pemprov DKI yang berkomitmen meningkatkan inklusi keuangan di DKI Jakarta, khususnya program bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, dan kelompok masyarakat lainnya, yang selama ini masih belum tersentuh oleh produk dan layanan keuangan.

Melalui kolaborasi dengan OJK, BI, para akademisi, dan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan inklusi dan literasi keuangan melalui program inovatif di antaranya Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan JakLingko Goes to School. Program lainnya "green financing" dalam bentuk Gerakan Menabung dengan Sampah dan Biokonversi Sampah Organik dengan Maggot.

Kemudian, program pemberdayaan UMKM melalui Jakpreneur dengan memberikan pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, dan permodalan kepada 283.375 pelaku usaha. Selain itu, dengan kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) berhasil menghimpun dana dari masyarakat untuk diberikan kepada UMKM dalam bentuk paket sarana prasarana dan paket pelatihan.

Lebih lanjut, donasi yang terkumpul tersebut dikelola oleh kolaborator Fintech untuk disalurkan kepada UMKM sebagai modal kerja serta membentuk Bank Wakaf Mikro sebagai solusi pembiayaan ultra mikro.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian akibat pandemi Covid-19, pemerintah bersama dengan Industri Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan lain mempercepat akses keuangan di daerah. Upaya itu dilakukan untuk mendukung pemulihan perekonomian Indonesia dan pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, maka keberadaan dan peran dari TPAKD menjadi sangat penting," imbuh Wimboh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement