Senin 13 Dec 2021 20:06 WIB

Vaksinasi Covid di Kota Pariaman Baru 57,24 Persen

Diharapkan pada akhir Desember ini Kota Pariaman sudah bisa mencapai herd immunity.

Rep: Febrian Fachri / Red: Friska Yolandha
Vaksinasi Covid-19 (ilustrasi). Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, masih terus menggenjot capaian vaksinasi covid-19.
Foto: www.pixabay.com
Vaksinasi Covid-19 (ilustrasi). Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, masih terus menggenjot capaian vaksinasi covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN -- Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, masih terus menggenjot capaian vaksinasi covid-19. Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Pariaman baru 57,24 persen.

"Saat ini, persentase masyarakat Kota Pariaman yang sudah divaksinasi baru mencapai 57,24 persen, atau sebanyak 42.275 orang, kita berharap sampai akhir Desember nanti, Kota Pariaman sudah bisa mencapai herd immunity yang ditetapkan, atau minimal mencapai 70 persen," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar, Senin (13/12).

Baca Juga

Genius menyebut Pemerintah Kota Pariaman telah mengeluarkan rilis nama-nama warga yang belum divaksinasi. Mereka telah mengeluarkan nama-nama by name by address warga kita yang belum melaksanakan vaksinasi. 

Ia menginstruksikan agar para camat segera menelusuri dan mengumpulkan para Kepala Desa/Lurah, sampai kepala dusun yang warganya masih banyak yang belum divaksinasi. Ini bertujuan supaya Pemko lebih mudah menyisir warga-warga yang belum mendapatkan vaksin covid tersebut.

Genius menuturkan bahwa vaksinasi bukan hanya program dari pemerintah saja, tetapi juga sebagai herd immunity untuk daerah. Menurut dia, bila masih banyak warga kita yang belum divaksinasi, maka kita tidak akan mencapai herd immunity yang telah ditetapkan gairah perekonomian masih akan jalan di tempat.

"Dengan tercapainya target vaksinasi yang ditetapkan oleh pusat, kita bisa melaksanakan aktivitas seperti sebelum pandemi Covid-19 menerpa, yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ucap Genius.

Sementara itu, Kabupaten Agam mencatat nol kasus aktif covid-19. Agam mencatatkan nol kasus covid sejak Sabtu (11/12) lalu. Sebelumnya Agam selalu punya kasus covid sejak Mei 2020 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan kasus aktif covid-19 di Kabupaten Agam sudah tercatat nihil menyusul kesembuhan 2 pasien yang dirawat sejak beberapa waktu lalu.

“Total ada 7.596 orang dari 7.807 kasus terkonfirmasi Covid-19 sudah dinyatakan sembuh sejauh ini di Kabupaten Agam,” kata Hendri, Senin.

Sementara itu sebanyak 211 orang di Kabupaten Agam dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan virus corona. Hendri menyebut Saat ini tim Satgas daerah masih memantau sebanyak 15 kasus suspek dan 1 kasus kontak erat.

Menurut Hendri, kondisi nihil kasus aktif covid-19 patut disyukuri. Ia berharap masyarakat agar tetap patuh dalam menaati protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi. Hendri mengingatkan agar masyarakat tetap waspada pada kemungkinan penularan virus korona. Masyarakat diminta untuk tidak mengendorkan penerapan protokol kesehatan.

“Kita harus tetap waspada, terus terapkan prokes Covid-19 dan ikuti program vaksinasi bagi yang belum, saat ini kita masih terjebak di level III PPKM,” ucap Hendri.

Pihaknya memperkirakan rrsiko terjadinya penularan Covid-19 masih ada, mengingat virus corona saat ini yang terus bermutasi. Terlebih dalam dua pekan ini, arus keluar masuk orang diprediksi meningkat pada momen Nataru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement