Senin 29 Nov 2021 17:59 WIB

Ratusan Warga Terdampak Banjir Garut Masih Mengungsi

Warga belum berani pulang ke rumah karena kondisi cuaca masih tak menentu.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ilham Tirta
Sejumlah warga terdampak banjir bandang berdiam di posko pengungsian di Kampung Cileles, Desa Cintamanik, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (28/11/2021). Ratusan warga terdampak banjir bandang dan longsor mengungsi di posko pengungsian.
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Sejumlah warga terdampak banjir bandang berdiam di posko pengungsian di Kampung Cileles, Desa Cintamanik, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (28/11/2021). Ratusan warga terdampak banjir bandang dan longsor mengungsi di posko pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sekitar 300 warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut, masih mengungsi hingga Senin (29/11). Posko pengungsian dipusatkan di tiga titik, di mana satu berada di Kecamatan Sukawening dan dua di Karangtengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana mengatakan, untuk sementara sebagian warga masih mengungsi lantaran kondisi cuaca masih tak menentu. Warga juga masih ketakutan kembali ke rumahnya yang terdampak banjir bandang.

Baca Juga

"Karrna kondisi cuaca masih seperti ini, kami juga tak ingin ada bencana susulan," kata dia, Senin.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 100 KK atau 300 jiwa yang mengungsi di posko pengungsian. Pihaknya juga telah membuat dapur umum di masing-masing posko pengungsian untuk kebutuhan logistik warga.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga telah menetapkan status tanggap darurat sejak Ahad (28/11). Status tanggap darurat itu akan berlaku selama tujuh hari.

"Pak Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari. Jadi kita memanfaatkan dana BTT (belanja tak terduga)," kata dia.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan penanganan dengan melakukan pembersihan di lingkungan warga yang terdampak banjir bandang. Sebab, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (27/11), membawa banyak material memenuhi lingkungan warga.

Warga yang rumahnya terdampak juga akan diberikan bantuan simultan sebesar Rp 1 juta untuk membersihkan rumahnya. "Itu digunakan untuk biaya mereka membersihkan rumah masing-masing. Kita akan tetap membantu," kata dia.

Sementara untuk rumah warga yang hanyut terbawa banjir bandang, Nurdin mengatakan, Pemkab Garut akan memberi bantuan Rp 50 juta untuk satu rumah yang hanyut. Namun, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan dan verifikasi total rumah yang terdampak.

"Mudah-mudahan data lengkap nanti malam berhasil direkap," kata dia.

Ihwal jembatan rusak, Sekda menyebut, dari enam jembatan terdampak, hanya satu yang parah. Ia mengatakan, dinas terkait sudah melakukan penanganan.

"Sekaramg sudah bisa digunakan. Secara prinsip, tak ada yang terisoliasi, karena banyak akses lain," ujar dia.

Foto: Sisa material akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Senin (29/11).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement