Jumat 19 Nov 2021 09:31 WIB

Video Jalur Wisata Bromo Ambles, Pemkab Probolinggo: Hoax!

Jalur ke Gunung Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo bisa dilewati.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wisatawan mengunggang kudu di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (13/6/2021).
Foto: ANTARA/Umarul Faruq
Wisatawan mengunggang kudu di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (13/6/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur memastikan bahwa video jalur wisata Bromo yang ambles, dan beredar secara luas di media sosial adalah informasi yang tidak benar alias hoax. Dinas Komunikasi, Informartika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo pun sudah memeriksa ke lokasi.

"Kami sudah mengecek dan memastikan bahwa kabar amblesnya jalan di jalur wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Probolinggo tersebut hoax atau disinformasi yang artinya penyampaian informasi yang salah (dengan sengaja) untuk membingungkan orang lain," kata Kepala Diskominf  Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian di Kabupaten Probolinggo, Jumat (19/11).

Baca Juga

Sebuah video yang memperlihatkan jalan ambles beredar dan viral di media sosial, dengan narasi peristiwa tersebut terjadi di jalur wisata Gunung Bromo. Di video tersebut juga terlihat jalan tinggal separuh karena longsor.

"Faktanya, peristiwa jalan ambles akibat longsor itu bukan terjadi di jalur wisata Gunung Bromo dan dipastikan kejadiannya terjadi di luar Kabupaten Probolinggo," tutur Yulius.

Dia menjelaskan, jalur wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo hingga Jumat pagi WIB, masih aman dan tidak ada jalan ambles. Sehingga semua kendaraan roda dua maupun roda empat bebas melewati jalan itu.

"Memang ada sedikit longsor tapi longsoran kecil dan sudah dibersihkan oleh petugas, sehingga akses jalan menuju wisata Bromo bisa dilalui kembali, sehingga aman dan tidak ada jalan ambles," kata Yulius.

Dia pun mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak menyebarkan hoax, yang bisa membuat masyarakat resah dan panik. "Saya imbau masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan hal itu meresahkan masyarakat di sekitar Gunung Bromo," ujar Yulius.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement