Rabu 17 Nov 2021 20:50 WIB

Banjir Susulan Melanda Empat Kecamatan Aceh Utara

Hingga kini, 30 desa dari empat kecamatan di Aceh Utara terendam banjir.

Warga memikul harta bendanya untuk keluar dari kepungan banjir di Desa Hagu, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh, Rabu (17/11/2021). Meluapnya Sungai Pirak dan Kereuto mengakibatkan 30 desa di empat kecamatan Aceh Utara terendam banjir hingga 150 centimeter dan mengakibatkan sebanyak 2.383 jiwa dilaporkan terdampak.
Foto: Antara/Rahmad
Warga memikul harta bendanya untuk keluar dari kepungan banjir di Desa Hagu, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Aceh, Rabu (17/11/2021). Meluapnya Sungai Pirak dan Kereuto mengakibatkan 30 desa di empat kecamatan Aceh Utara terendam banjir hingga 150 centimeter dan mengakibatkan sebanyak 2.383 jiwa dilaporkan terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara menyebutkan banjir susulan merendam empat kecamatan menyusul hujan lebat sejak dua hari terakhir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara Murzani di Aceh Utara, Rabu (17/11), mengatakan empat kecamatan yang terendam banjir susulan tersebut, yakni Matang Kuli, Paya Bakong, Pirak Timur dan Tanah Luas.

"Data sementara, tercatat 30 gampong atau desa di empat kecamatan terendam banjir dengan ketinggian berkisar 30 centimeter hingga 1,5 meter," kata Murzani.

Baca Juga

Murzani mengatakan, banjir tersebut disebabkan meluapnya Krueng (Sungai) Pirak dan Krueng Kereuto. Banjir tersebut menyebabkan 217 rumah terendam. Sedangkan warga terdampak mencapai 2.383 jiwa dari 768 kepala keluarga.

"Belum ada warga yang mengungsi, namun jika hujan masih berlangsung dan debit air terus naik maka kemungkinan warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang sudah disediakan," kata Murzani.

Menurut Murzani, data tersebut masih mungkin bertambah, mengingat intensitas hujan masih tinggi. Petugas terus berupaya melakukan penanganan dan bersiaga untuk melakukan evakuasi jika diperlukan.

"Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap bencana banjir karena intensitas hujan masih tinggi. Kami juga mengimbau masyarakat segera melaporkan jika terjadi bencana," kata Murzani.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh, memprediksi banjir susulan terjadi di Kabupaten Aceh Utara mengingat masih tingginya intensitas hujan dalam sepekan ke depan.

"Selain tingginya intensitas hujan, banjir yang terjadi di Aceh Utara beberapa hari terakhir karena letak geografis daerah berada pada hilir aliran sungai yang berasal dari hulu di dataran tinggi Aceh," kata Kepala BMKG Stasiun Malikussaleh Lhokseumawe Siswanto.

Siswanto memaparkan perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah yang merupakan hulu sungai masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Meski begitu, kata Siswanto, diprakirakan beberapa hari akan terjadi hujan dengan intensitas lebat. Hujan lebat ini berpotensi meningkat debit air sungai yang dikhawatirkan meluap dan menyebabkan banjir.

"Meskipun dalam sepekan ini terdeteksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun waktunya berlangsung cukup lama. Sehingga juga dapat berpotensi terjadi banjir susulan di Aceh Utara," kata Siswanto.

Siswanto mengatakan hujan dalam intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga mengakibatkan tiga jembatan di Kabupaten Bener Meriah rusak parah akibat longsor. 

"Kami mengimbau masyarakat tidak lengah dan tetap waspada akan potensi bencana alam seperti banjir dan longsor. Kami juga meminta meningkatkan mitigasi guna mengurangi dampak yang ditimbulkan jika terjadi bencana," kata Siswanto.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement