Selasa 16 Nov 2021 02:50 WIB

Airlangga: Belum Ada Perubahan Status PPKM di Luar Jawa Bali

Secara keseluruhan untuk wilayah di luar Jawa-Bali terus mengalami penurunan kasus

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: ANTARA/Fransisco Carolio/Lmo/aww.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, belum ada perubahan status level PPKM untuk wilayah di luar Jawa-Bali. Menurut Airlangga, status level PPKM non Jawa-Bali masih sama seperti pengumuman pekan lalu.

"Khusus yang luar Jawa Bali karena akan berlaku sampai minggu depan, jadi statusnya tetap tidak ada perubahan," ujar Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Senin (15/11).

Baca Juga

Airlangga mengatakan, secara keseluruhan untuk wilayah di luar Jawa-Bali terus mengalami penurunan kasus yakni konfirmasi harian sebanyak 135 kasus, dalam rata-rata 7 hari adalah 117 kasus dan tren penurunan konsisten kasus aktif per 14 November ada 4.339 kasus atau 0,31 persen dari kasus nasional.

Ia mengatakan, jika dibandingkan puncaknya pe 6 Agustus kasus di lua Jawa-Bali ini turun 98 persen dengan tingkat kematian sebesar 3, 12 persen dan kesembuhan 96,57 persen.

 

"Nah proporsi kasus harian luar Jawa-Bali sebanyak 39,9 persen dari total dan kasus aktif sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional," katanya.

Sedangkan, dari segi pulau-pulau, recovery rate di Sumatera yakni 96,17 persen dengan fatality rate di 3,58 persen, Nusa Tenggara recovery ratenya 97,4 7 persen fatality rate 2,35 persen, Kalimantan recovery rate 96,75 persen, fatility rate di 3,17 persen, Sulawesi recovery rate di 97,2 persen dan fatality rate di 2,6, kemudian Maluku Papua di 95,97 dan fatality ratenya di 1,7 persen.

"Seluruhnya penurunannya dibandingkan di puncaknya itu turun antara 89 sampai dengan 98 persen," katanya.

Ia mengungkap, dari segi level asessment, tidak ada provinsi yang berada di PPKM level 4, beberapa di level 3, 25 provinsi di level 2 serta dua provinsi di level satu.

Begitu juga untuk kabupaten/kota tidak ada yang berada di level empat jika berdasarkan indikator capain vaksin dosis pertama. Untuk di level 3 ada lima kabupaten/kota yaitu Tanah Tidung, Gayo, Gayo Lues, Sorong, Subulussalam dan Teluk Bintuni.

"Kemudian yang untuk di level 2 ada 207 dan di level 1 itu 174," katanya.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement