Kamis 28 Oct 2021 15:47 WIB

Pemkot Palu Kaji Bangun Program Pasar Tematik

Pasar tematik merupakan salah satu arah pembangunan Pemkot Palu lima tahun ke depan.

Pedagang menunggu pembeli di kawasan Pasar Tanaman Hias di Palu, Sulawesi Tengah.
Foto: ANTARA/Basri Marzuki/aww.
Pedagang menunggu pembeli di kawasan Pasar Tanaman Hias di Palu, Sulawesi Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mulai melakukan kajian terhadap program pasar tematik dengan melibatkan tenaga ahli dalam rangka untuk pengembangan kawasan perkotaan di daerah tersebut.

"Pasar tematik perlu didorong dalam rangka mendukung penataan dan pengembangan kawasan, terlebih meningkatkan pendapatan pedagang," kata pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Palu Awaludin.

Ia memaparkan, pasar tematik merupakan salah satu arah pembangunan Pemkot Palu lima tahun ke depan, yang mana tujuannya yakni memusatkan penjualan produk-produk unggul, sekaligus menciptakan ikon baru di daerah tersebut.

Oleh karena itu, sebelum ditetapkan sebagai pasar modern, makan perlu dilakukan kajian akademik dengan mempertimbangkan aspek-aspek teknis, tidak terkecuali aspek sosial budaya.

Pada kajian tersebut, pihaknya melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) setempat, tim ahli dari berbagai disiplin ilmu dengan tenggang waktu pelaksanaan selama dua bulan ke depan, yang mana pemetaan pasar tematik mengambil 10 sampel pasar di ibu kota Sulawesi Tengah.

"Hasil riset ini akan dibuatkan dalam satu bentuk rekomendasi dan diserahkan ke wali kota untuk ditindaklanjuti," ujar Awaludin.

Kepala bidang Penelitian dan Pengembangan Sosial Budaya Balitbangda Kota Palu Moh Fahri menjelaskan, salah satu syarat menjadi pasar tematik dilihat dari dominasi produk yang dijual pedagang.

Olehnya, perlu dilakukan penjaringan informasi serta permasalahan di 10 pasar yang menjadi lokus kajian. Selain itu, arah pasar tematik juga rencananya didorong menjadi salah satu destinasi wisata daerah, karena konsep yang dibangun untuk memusatkan penjualan komoditas potensial yang tidak lain juga dapat menyerap produk Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga terjalin kesinambungan.

"Dari hasil riset ini kemudian akan menentukan berapa jumlah pasar yang layak menjadi pasar tematik. Berkaitan dengan hal itu, tentunya ada proses revitalisasi. Hal ini juga sejalan dengan program Pemerintah Pusat revitalisasi pasar rakyat yang dimasukkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024," kata Fahri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement