Selasa 26 Oct 2021 15:59 WIB

UNS Serahkan Kasus Mahasiswa Meninggal ke Polisi 

UNS menyiapkan pendampingan hukum bagi keluarga korban maupun panitia diklatsar.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Agus Yulianto
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS), Ahmad Yunus (tengah) bersama Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto (kiri), saat jumpa pers terkait kejadian meninggalnya mahasiswa saat mengikuti Diklatsar Menwa, di kantor pusat UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10).
Foto: Republika/binti sholikah
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS), Ahmad Yunus (tengah) bersama Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto (kiri), saat jumpa pers terkait kejadian meninggalnya mahasiswa saat mengikuti Diklatsar Menwa, di kantor pusat UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan kesimpulan kasus meninggalnya mahasiswa saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) atau yang kini bernama Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa, kepada Kepolisian. UNS juga menyiapkan pendampingan hukum bagi keluarga korban maupun panitia Diklatsar Menwa.

Mahasiswa berinisial GE tersebut meninggal pada Ahad (24/10) malam saat mengikuti kegiatan Diklatsar Menwa di sekitar kampus UNS. Jenazah GE telah selesai dilakukan autopsi di RSUD dr Moewardi dan sudah dimakamkan di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, pada Senin (25/10) sore.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNS, Ahmad Yunus, mengatakan, atas nama pimpinan universitas mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum GE. Dia mengungkapkan, jajaran pimpinan UNS secara bergantian mendampingi keluarga korban saat berada di rumah duka maupun di RSUD dr Moewardi ketika proses autopsi.

Proses autopsi selesai sekitar waktu Sholat Ashar. Kemudian jenazah dibawah kembali ke rumah duka di Karangpandan. 

Ahmad Yunus bersama Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS Rohman Agus Pratomo, Pembina Menwa, Dekan dan Wakil Dekan Sekolah Vokasi UNS juga mengantarkan jenazah GE sampai ke peristirahatan terakhir.

Setelah selesai penguburan jenazah, Ahmad Yunus juga sempat berbicara lagi dengan keluarga korban terutama ayahanda yang sudah merasa bisa menerima kematian anaknya. Saat itu, Ahmad Yunus juga melihat banyaknya mahasiswa UNS yang datang melayat ke rumah duka sampai mengantar ke pemakaman.

"Hasil dari autopsi kita masih menunggu hasil dari Kepolisian. Sepenuhnya, UNS menyerahkan hasil kesimpulan kejadian itu resmi dari Kepolisian, seperti apa apakah kecelakaan atau ada dugaan unsur kekerasan, kami menunggu dari kepolisian," ucap Ahmad Yunus saat jumpa pers di Gedung Dr Prakosa kantor pusat UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/10).

Saat ditanya kondisi korban, Ahmad Yunus mengungkapkan, saat di rumah duka sebelum autopsi, dirinya sempat meminta izin kepada keluarga untuk melihat jenazah. Lalu, sang ayah membuka kain yang menutupi jenazah GE.

"Waktu saya lihat saat itu mata ditutup tumbukan apa gitu sehingga saya tidak bisa lihat apakah memar atau tidak. Secara fisik saya tidak melihat apakah berdarah, apakah di rumah sakit sebagian sudah dibersihkan. Secara fisik di dada dan perut tidak ada tanda-tanda hitam atau robek, kemudian jenazah ditutup kain lagi," paparnya.

Ahmad Yunus menambahkan, kampus akan sangat memperhatikan adanya mahasiswa yang meninggal dalam kegiatan Diklatsar apalagi di dalam kampus. Sehingga, nanti pimpinan kampus akan memenuhi apa yang menjadi haknya bagi mahasiswa yang meninggal pada saat melakukan aktivitas akademik. 

"Untuk yang penyebabnya nunggu Kepolisian. Kami tetap memperhatikan hak-hak mahasiswa sampai meninggal dalam kondisi melakukan aktivitas akademik," imbuhnya.

Ahmad Yunus memastikan, UNS memberikan pendampingan hukum terhadap keluarga almarhum sampai persoalan tersebut selesai secara tuntas.

 

 

 

photo
Kondisi sekretariat Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa atau Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (26/10) ditutup setelah kejadian meninggalnya mahasiswa saat mengikuti Diklatsar pada Ahad (24/10). - (Republika/binti sholikah)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement