Senin 25 Oct 2021 17:58 WIB

Ini Penjelasan PT Inka Soal Kecelakaan LRT Jabodebek

Dirut Inka Budi Noviantoro meminta maaf kepada semua pihak.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ratna Puspita
Petugas mengecek kereta LRT yang mengalami kecelakaan di kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (25/10). Dua kereta LRT Jabodebek yang masih dalam tahap uji coba mengalami kecelakaan di jalur layang ruas Cibubur-TMII pada pukul 12.30 WIB hingga kini masih dalam tahap pemeriksaan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas mengecek kereta LRT yang mengalami kecelakaan di kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (25/10). Dua kereta LRT Jabodebek yang masih dalam tahap uji coba mengalami kecelakaan di jalur layang ruas Cibubur-TMII pada pukul 12.30 WIB hingga kini masih dalam tahap pemeriksaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro mengungkapkan indikasi awal penyebab terjadinya tabrakan LRT Jabodebek menjalani uji coba di Munjul, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (25/10). "Ini indikasi awal, masinis saat lansir terlalu cepat. Nanti KNKT yang tentukan," ujar Budi dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (25/10).

Budi menyampaikan insiden tabrakan ini melibatkan trainset (rangkaian kereta) 20 dan trainset 29. Budi mengatakan kedua trainset tersebut berada di antara Stasiun Harjamukti dan Stasiun Ciracas. 

Baca Juga

"Rangkaian kereta kan tersebar di antara Ciracas dan Harjamukti. (Trainset) 29 ada di tengah-tengah, saat trainset 29 mau gabung ke arah Harjamukti terjadi tumburan," ucap Budi.

Budi mengatakan kondisi masinis hanya mengalami luka ringan dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Budi menyatakan, Inka akan mengirim dua trainset tersebut ke pabrik di Madiun untuk diperbaiki. 

Budi berharap proses uji coba dapat tetap berlangsung mengingat sudah memasuki tahap final. "(Uji coba berhenti) tergantung KNKT. Saya berharap tidak lama-lama karena rel sebelah tidak apa-apa," kata Budi.

Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan atas peristiwa tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement