Rabu 06 Oct 2021 08:51 WIB

Vaksinasi Lengkap Baru 25 Persen, Butuh Upaya Extraordinary

Untuk capai target, kecepatan vaksinasi harus ditingkatkan jadi 2,5 juta per hari.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah warga antre mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021). Wakil presiden Ma'ruf Amin menilai perlunya upaya luar biasa dan masif dalam mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) melalui vaksinasi.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah/hp.
Sejumlah warga antre mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Puri Begawan, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021). Wakil presiden Ma'ruf Amin menilai perlunya upaya luar biasa dan masif dalam mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) melalui vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil presiden Ma'ruf Amin menilai perlunya upaya luar biasa dan masif dalam mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) melalui vaksinasi. Ini karena capaian vaksinasi Covid-19 secara nasional hingga 3 Oktober 2021, baru 25,29 persen masyarakat yang sudah divaksin lengkap yakni dosis pertama dan dosis kedua. Sedangkan masyarakat yang baru divaksin dosis pertama sebanyak 45,03 persen.

"Artinya masih diperlukan kerja keras untuk mencapai herd immunity 70 persen cakupan vaksinasi pertama dan kedua," ujar Wapres saat hadir secara virtual dalam Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-30 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-61 Tahun Ajaran 2021, Rabu (6/10).

Baca Juga

Wapres mengatakan, cakupan vaksinasi untuk Indonesia untuk mencapai herd immunity bukanlah angka kecil yakni sekitar 208,5 juta jiwa. Untuk itu, dibutuhkan upaya extraordinary dan masif guna merealisasikan pencapaian target vaksinasi tersebut, dalam jangka waktu yang ditetapkan, yaitu selama 1 tahun. 

Sebab, kata Wapres, menurut catatan Kementerian Kesehatan, rata-rata vaksinasi harian per minggu telah mencapai 1,4 juta dosis per hari. Dengan kecepatan vaksinasi tersebut, dan capaian saat ini diperkirakan masih dibutuhkan tujuh bulan dari sekarang atau sekitar pertengahan tahun 2022 untuk mencapai cakupan 70 persen.

 

"Bila kita menginginkan proses vaksinasi selesai pada akhir tahun 2021 ini juga, maka kecepatan vaksinasi perlu ditingkatkan menjadi 2,5 juta vaksinasi per hari," kata Wapres.

Baca juga : Satgas: Kasus Covid Mingguan Turun 34,6 Persen

Wapres pun mengharapkan peran TNI dan POLRI untuk membantu peningkatan percepatan vaksinasi nasional. Apalagi di daerah yang masih rendah capaian vaksinasinya termasuk di daerah aglomerasi.

Pemerintah mencatat masih banyak daerah yang tertinggal dalam capaian vaksinasi. Karena itu, prioritas sasaran vaksinasi juga perlu diberikan kepada beberapa kelompok seperti lansia, pendidik dan tenaga pendidik.

"Saya juga meminta agar TNI dan Polri memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kecepatan vaksinasi," ujarnya.

Sebelumnya, Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, total penduduk Indonesia yang telah divaksin dosis lengkap berjumlah 53.325.259 orang. Jika dikalkulasikan dengan target capaian vaksinasi hingga tahap akhir yaitu sebanyak 208.265.720 penduduk, maka capaian vaksinasi baru 25,6 persen. Sementara, total masyarakat yang baru mendapat vaksin dosis pertama ada sebanyak 90.638.945 penduduk.

"Sampai pada hari ini 90.638.945 penduduk Indonesia atau sebesar 45,44 persen dari total sasaran vaksinasi, telah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sedangkan 53.325.259 penduduk atau sebesar 25,6 persen dari total sasaran vaksinasi telah mendapatkan vaksin dosis kedua," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (5/10).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement