Sabtu 02 Oct 2021 17:40 WIB

Mensos Pekerjakan Korban Longsor Padang Pariaman di Kemensos

Kesayangan Nduru akan wisuda akhir bulan ini di salah satu perguruan tinggi di Padang

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menenangkan seorang anak korban longsor di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (02/10/2021). Mensos mengunjungi lokasi banjir dan tanah longsor di kabupaten itu sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan santunan sebanyak Rp105 juta bagi ahli waris tujuh korban meninggal dunia di Pasie Laweh dan Rp15 juta untuk ahli waris satu orang meninggal dunia di Ulakan serta Rp5 juta untuk satu korban luka berat.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menenangkan seorang anak korban longsor di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (02/10/2021). Mensos mengunjungi lokasi banjir dan tanah longsor di kabupaten itu sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan santunan sebanyak Rp105 juta bagi ahli waris tujuh korban meninggal dunia di Pasie Laweh dan Rp15 juta untuk ahli waris satu orang meninggal dunia di Ulakan serta Rp5 juta untuk satu korban luka berat.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN--Menteri Sosial Tri Rismaharini akan menerima seorang warga untuk bekerja di kementerian yang dipimpinnya. Warga tersebut kehilangan anggota keluarganya yang meninggal akibat tertimbun longsor di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Aluang Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat pada Rabu (29/9).

"Dia sudah saya titipkan ke Balai Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) di Padang, nanti dia bisa langsung kerja," kata Mensos Tri Rismaharini usai mengunjungi lokasi bencana di Lubuk Alung, Sabtu (2/10).

Warga yang selamat tersebut bernama Kesayangan Nduru yang akan wisuda pada akhir bulan ini di salah satu perguruan tinggi di Padang. Kesayangan saat diajak bicara oleh Mensos dan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar John Kenedy Azis, terlihat kedua telapak tangannya mencengkeram kuat dan gemetar. Sehingga kedua tokoh itu pun secara bergantian memegang erat tangannya untuk memberikan dukungan moril.

Mensos menegaskan bahwa Kesayangan tidak sendiri karena semua pihak ada untuknya sehingga meminta untuk tidak larut dalam kesedihan. "Saya juga meminta di nagari itu ada trauma healing, karena di sana ada traumanya," katanya.

Ia pun meminta pihak terkait di nagari setempat untuk membangun rumah warga jauh dari tebing agar ketika terjadi longsor maka warga tidak menjadi korban. Sementara itu, John Kenedy Azis mengatakan untuk menyikapi hal tersebut perlu ada bimbingan dari pihak terkait sehingga traumanya tidak terus berlarut.

"Karena trauma dia kesulitan melepas cengkeraman tangannya," ujarnya.

Ia meminta kepada Kesayangan agar setelah wisuda segera mengurus riwayat hidup pendidikannya dan menyerahkannya kepada Kemensos atau dapat juga melalui dirinya. Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau lokasi bencana banjir, longsor, dan pohon tumbang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu (29/9).

"Sebenarnya waktu mendengar ada korban saya mau ke sini, tapi posisi saya waktu itu di Gorontalo, kemarin malam saya pulang dan paginya (pagi tadi) saya ke sini," kata Mensos di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement