Jumat 01 Oct 2021 02:45 WIB

Semarang Terima 25 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

Bantuan beras dari perusahaan swasta itu langsung disalurkan kepada warga.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ilham Tirta
Bantuan berupa beras (ilustrasi).
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Bantuan berupa beras (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang kembali menerima bantuan 10 ribu paket beras dari pihak swasta untuk disalurkan kepada warga terdampak Covid-19 yang ada di daerahnya. Bantuan beras 25 ton tersebut diserahkan perusahaan PR Sukun kepada Bupati Semarang H Ngesti Nugraha di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, di Ungaran, Kamis (30/9).

Usai menerima bantuan secara simbolis, Bupati Semarang menyampaikan beras sebanyak 25 ton tersebut, selanjutnya akan diteruskan kepada warga yang berhak, melalui BPBD Kabupaten Semarang. Menurutnya, meski Kabupaten Semarang berstatus daerah PPKM Level 2 dan kasus Covid-19 aktifnya terus menurun, upaya untuk membantu warga terdampak pandemi tersebut terus dilakukan.

Terutama kepada warga, yang secara kemampuan ekonomi, belum sepenuhnya pulih karena terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), usahanya harus terhenti, dan yang harus kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga. Ngesti pun mengapresiasi bantuan pihak swasta yang telah turut serta mendukung upaya penangan warga terdampak pandemi Covid-19.

"Sesuai dengan apa yang telah diamanahkan kepada kami, bantuan paket beras ini akan segera disalurkan kepada warga yang berhak menerima, melalui BPBD Kabupaten Semarang," jelasnya.

Corporate Secretary PR Sukun, Deka Hendratmanto dalam kesempatan ini mengatakan, bantuan beras yang diserahkan kepada Pemkab Semarang ini wujud komitmen perusahaan untuk berperan di bidang sosial. Terlebih pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu, telah berdampak luas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Kami berharap bantuan paket 25 ton beras yang disalurkan hari ini dapat bermanfaat dan mampu meringankan beban warga yang sedang membutuhkan," kata Deka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement