Rabu 29 Sep 2021 17:32 WIB

Vaksinasi di Provinsi Lampung Capai 20,33 Persen

Pencapaian vaksinasi Covid-19 di Lampung bergantung pasokan dosis vaksin dari pusat

Rep: mursalin yasland/ Red: Hiru Muhammad
Seorang petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seoarang warga, di Pure Banjar Buana Sakti, Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (7/9/2021). Staf Khusus Kepresidenan dan Polri melakukan vaksinasi serentak untuk warga di Pesantren dan tempat Ibadah di seluruh wilayah Indonesia guna untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity terhadap masyarakat untuk menuju Indonesia sehat bebas COVID-19.
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Seorang petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seoarang warga, di Pure Banjar Buana Sakti, Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (7/9/2021). Staf Khusus Kepresidenan dan Polri melakukan vaksinasi serentak untuk warga di Pesantren dan tempat Ibadah di seluruh wilayah Indonesia guna untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity terhadap masyarakat untuk menuju Indonesia sehat bebas COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Realisasi vaksinasi Covid-19 di Provinsi Lampung telah mencapai 20,33 persen pada Rabu (29/9). Percepatan program vaksinasi di Lampung terus dilakukan termasuk pasokan dan distribusi vaksin dari pusat ke provinsi dan kabupaten/kota.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, pencapaian vaksinasi Covid-19 di Lampung bergantung pasokan dosis vaksin dari pemerintah pusat. “Kalau vaksinnya ada, cepat-cepat dihabiskan dan dikirim lagi (dari pusat),” katanya, Rabu (29/9).

Menurut dia, pencapaian vaksinasi harus sudah mencapai 75 persen untuk mempercepat perubahan dari pandemi Covid-19 mejadi endemi. Hal tersebut diperlukan untuk mencapai kekebalan tubuh suatu kelompok masyarakat akan tercapai. Namun demikian, ungkap dia, bukan berarti virus tidak masuk ke tubuh, tapi ada kekebalan terhadap tingkat keparahan penyakit.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten/Kota se-Lampung untuk terus melakukan test dan tracing, untuk menemukan kasus positif. Dia mengatakan, tidak perlu takut lagi menemukan kasus positif yang jumlahnya berfluktuatif, karena hal tersebut harus terus diintervensi untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak meluas penyebarannya.

Di Provinsi Lampung, saat ini dari 15 kabupaten/kota yang ada sudah masuk  zona kuning yang dinilai Satgas Covid-19 Pusat. Sedangkan mengenai PPKM Level telah diumumkan Menteri Perekonomian, dan hasil evaluasi menurut Kementrian Kesehatan,  Provinsi Lampung masuk level 1 di Sumatra.

Reihana yang juga kepala Dinkes Lampung mengatakan, tingkat keterisian pasien positif di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai enam persen. Menurut dia, pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan sudah sedikit, tapi tetap masih ada.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menargetkan, vaksinasi Covid-19 di kota yang dipimpinnya akan rampung pada Desember 2021. Saat ini, Pemkot Bandar Lampung bersama Badan Intelijen Negara Daerah Lampung menggelar vaksinasi untuk pelajar dan masyarakat umum.

Dia mengatakan, realisasi vaksinasi dosis pertama di Kota Bandar Lampung sudah mencapai 460 ribu dosis vaksin, sedangkan vaksinasi dosis kedua mencapai 250 ribu dosis vaksin.

Eva optimistis realisasi vaksinasi di Bandar Lampung selesai Desember 2021, apalagi saat ini ibu kota Provinsi Lampung sudah memasuki zona aman, namun tetap tidak boleh lengah.“Kita harus tetap waspada karena Covid-19 tidak terlihat, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan setiap saat,” kata Eva yang mantan anggota DPRD Lampung. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement