Rabu 22 Sep 2021 22:09 WIB

DIY Percepat Vaksinasi Lansia agar PPKM Turun Level

Dinkes DIY menyebut vaksinasi lansia sudah di angka 58,46 persen untuk dosis pertama

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setjaningastuti.  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, percepatan vaksinasi lansia terus dilakukan agar PPKM di DIY dapat turun level. Saat ini, PPKM di DIY masih berada di level 3.
Foto: Neni Ridarineni.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setjaningastuti. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, percepatan vaksinasi lansia terus dilakukan agar PPKM di DIY dapat turun level. Saat ini, PPKM di DIY masih berada di level 3.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan, percepatan vaksinasi lansia terus dilakukan agar PPKM di DIY dapat turun level. Saat ini, PPKM di DIY masih berada di level 3.

Pembayun menyebut, vaksinasi lansia menjadi salah satu parameter dari pemerintah pusat agar PPKM dapat turun level. Setidaknya, vaksinasi lansia minimal mencapai 60 persen untuk menurunkan level PPM.

Saat ini, vaksinasi lansia sudah di angka 58,46 persen untuk penyuntikan dosis pertama. Penurunan dari angka kematian Covid-19, bed occupancy rate (BOR), kasus terkonfirmasi positif harian menjadi parameter lainnya untuk menurunkan level PPKM.

Di DIY sendiri, angka kematian, BOR dan kasus positif Covid-19 terus menunjukkan penurunan tiap harinya. Namun, PPKM di DIY masih di level 3 karena capaian vaksinasi belum mencapai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.

 

"Sekarang, ditambah lagi angka cakupan vaksinasi (secara keseluruhan) itu harus di atas standar pusat minimal 70 atau 80 (persen) agar herd immunity tercapai dan (vaksinasi) lansia di atas 60 persen, maka dipertimbangkan untuk turun level," kata Pembayun kepada wartawan dalam press conference yang digelar secara daring, Rabu (22/9).

Untuk mempercepat vaksinasi lansia, pihaknya juga mendekatkan sentra vaksinasi ke lingkungan masyarakat. Seperti membentuk sentra vaksinasi di tingkat RT/RW, kelurahan maupun kecamatan agar mudah dijangkau masyarakat.

"Kita yang harus aktif mendekat, maka kita upayakan enggan strategi sedikit dengan semacam iming-iming, kita beri bingkisan. Ini sebagai penghargaan, jangan dilihat bingkisannya, tapi penghargaannya," ujarnya.

Pihaknya juga melakukan jemput bola dengan mendatangi lansia ke secara door to door yang kesulitan mendatangi sentra vaksinasi. Diharapkan, hingga akhir September 2021 ini vaksinasi lansia sudah dapat mencapai 60 persen.

"Kegiatan vaksinasi oleh TNI dan Polda (DIY) juga didekatkan ke masyarakat. Kami juga berupaya, memang tidak hanya mendekat tapi juga memotivasi lansia keluar dari rumah untuk vaksinasi," jelas Pembayun.

Ketua Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi mengatakan, secara keseluruhan vaksinasi di DIY sudah mencapai 75,19 persen. Untuk menurunkan level PPKM, setidaknya capaian vaksinasi ini harus di angka 80 persen.

Pihaknya juga menargetkan 80 persen warga DIY sudah tervaksin hingga akhir September ini. Walaupun begitu, DIY dikatakan masuk dalam rangking empat provinsi di Indonesia yang tercepat melakukan vaksinasi.

Dengan turunnya level PPKM nantinya, diharapkan beberapa sektor sudah dapat dibuka. Sehingga, pergerakan perekonomian dapat berjalan dengan baik khususnya di DIY.

"Imunitas kekebalan kita sudah cukup membaik dan bisa membuka sektor pendidikan dan sektor perekonomian serta sektor lainnya," kata Sumadi.

Untuk itu, percepatan vaksinasi pun terus dilakukan, tidak hanya terhadap lansia. Hal ini dilakukan dengan mendekatkan sentra vaksinasi ke lingkungan masyarakat dan jemput bola.

"Kita selalu mendekatkan vaksinasi ke titik-titik terdekat masyarakat kita. Sektor kewilayahan bisa menjangkau RT/RW, kelurahan dan sebagainya, kita selalu mendekatkan terhadap kemungkinan masyarakat yang tidak bisa menggunakan aplikasi di gadget-nya," ujar Sumadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement