Jumat 17 Sep 2021 23:43 WIB

Komunitas Loro Blonyo Ikut Bergerak Percepat Vaksinasi

Selama dua pekan layanan vaksinasi 24 jam, 100 ribu vaksin langsug habis.

Vaksinator menyiapkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac (ilustrasi).
Foto: Republika/Abdan Syakura
Vaksinator menyiapkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Percepatan vaksinasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk dosis pertama sudah mencapai 70 persen. Komunitas Loro Blonyo menjadi komunitas yang turut berperan penting dalam percepatan capaian vaksinasi tersebut, khususnya di wilayah Gunungkidul.

Inisiator Vaksinasi Gunungkidul dan gerakan Bakti Rakyat Untuk Negeri Christian Prasetya Soebagio mengatakan, melalui gerakan vaksinasi yang dilakukan Komunitas Loro Blonyo dibantu TNI dan Polri, saat ini masyarakat di sekitar pantai selatan Yogja sudah divaksin Covid-19.

"Kami dari pihak swasta, akar rumput yang bergerak untuk membantu pemerintah. Karena awalnya Gunungkidul merupakan salah satu daerah yang terlambat dari sisi persentase di beberapa kabupaten," kata Christian dalam Ig Live Katadata, Jumat (17/9).

Menurut Christian, faktor yang memicu terlambatnya persentase vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul karena Gunungkidul disamakan dengan kota besar, yaitu pendaftaran vaksinasi melalui website atau link. Sementara karakteristik masyarakat di Gunungkidul masih banyak yang belum bersahabat dengan hal itu.

"Sulit kalau di desa. Ribet. Sementara Pak Presiden Joko Widodo mengatakan mengerahkan semua yang ada untuk memerangi Covid-19. Maka kami pintar-pintar di lapangan melihat situasi dan kondisi," ujarnya.

Selain masalah pendaftaran Covid-19 yang tidak familiar untuk kalangan masyarakat Gunungkidul, faktor penghambat percepatan vaksin di wilayah ini adalah masyarakat takut jika vaksinasi dilakukan di Puskesmas. 

"Kami prihatin karena fasilitas di Puskesmas kurang memenuhi standar. Masyarakat juga kalau ke Puskesmas itu takut sakit atau stres. Kami berpikir menggelar vaksin agar menarik masyarakat," kata dia.

Berangkat dari fakta-fakta tersebut, Loro Blonyo berinisiatif menggelar vaksinasi Covid-19 di area wisata. Ide ini disambut masyarakat. Namun dalam beberapa waktu berjalan, grafik vaksinasi menurun.

Ia melanjutkan, setelah dipelajari lebih lanjut terdapat pola hidup masyarakat Gunungkidul yang bertani, beternak, bekerja di kota Yogya, dan buruh harian. Dari sini muncul ide untuk vaksinasi di malam hari dengan pusat di Wonosari. Loro Blonyo kemudian menggelar layanan vaksinasi 24 jam selama 4 hingga 18 September di Kolam Renang Tirto Bhakti Utomo Kodim 0730 Gunungkidul.

Layanan vaksin 24 jam ini dibuka minimal hingga pukul 19.00 WIB. Pola ini meningkatkan jumlah vaksin di Gunungkidul hingga dua kali lipat dibanding daerah Yogya lainnya.

Selama dua pekan layanan vaksinasi 24 jam, kata Christian, 100 ribu vaksin yang dikirim pemerintah pusat langsung habis. Saat ini grafik vaksinasi menurun karena banyak masyarakat yang telah divaksin. Layanan vaksinasi 24 jam akan kembali dibuka jika vaksin kembali dikirim. 

"Begitu dikirim lagi, akan kami lakukan lagi. Intinya kami ingin vaksin mudah didapat sehingga masyarakat tidak kecewa. Saya berharap, gerakan Loro Blonyo jadi inspirasi daerah lain, ayo kita sukseskan vaksinasi. Ikuti perintah presiden untuk menggunakan sumber daya manusia yang ada. Untuk masyarakat yang termakan hoaks, sebaiknya difilter dan cari kebenaran ke pihak yg bertanggung jawab. Jangan termakan hoaks hanya memperhambat perjuangan bangsa untuk memerangi Covid-19," kata Christian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement