Jumat 10 Sep 2021 16:04 WIB

Ridwan Kamil Minta 27 Daerah Perkuat Puskesmas Keliling

Puskesmas Keliling diharapkan mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 di Jabar.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus raharjo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) meninjau Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal untuk Warga ber-KTP Kota Bandung, di Kampus Itenas, Jalan PHH Mustofa.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) meninjau Gebyar 5.000 Vaksinasi Massal untuk Warga ber-KTP Kota Bandung, di Kampus Itenas, Jalan PHH Mustofa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong 27 kabupaten/kota di Jabar mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19. Hal ini untuk mengejar kekebalan komunal atau herd immunity pada akhir 2021. Salah satunya dengan memperkuat pelayanan Puskesmas Keliling untuk melakukan vaksinasi.

"Berbagai upaya dan strategi terus ditempuh pemerintah untuk mempercepat vaksinasi. Kolaborasi dengan sejumlah pihak, mulai dari swasta, perguruan tinggi, sampai BUMD dan BUMN, pun dilakukan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Jumat (10/9).

Selain itu, kata Emil, semua daerah di Jabar dapat mempercepat penyuntikan vaksin Covid-19 melalui penguatan sistem Puskesmas Keliling dengan membawa vaksinator untuk memvaksin ke desa-desa. “Dengan menguatkan puskesmas untuk berkeliling. Jadi, polanya diubah bukan warga ke puskesmas, tetapi puskesmasnya yang keliling ke desa-desa jauh mempercepat keberhasilan vaksinasi,” katanya.

Selepas meninjau pelaksanaan vaksinasi yang berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Emil berpesan kepada Bupati Indramayu untuk meningkatkan kecepatan rata-rata penyuntikan vaksin Covid-19 menjadi 20 ribu dosis per hari. “Saya titipkan minimal 20 ribuan vaksin per hari. Itu kalau berhasil, Insya Allah menjadi kabupaten tercepat dalam hal vaksinasi,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 10 September 2021 pukul 13:00 WIB, masyarakat di Jabar yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 11.634.261 orang. Adapun untuk dosis kedua sebanyak 6.001.851 orang.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi