Sabtu 21 Aug 2021 12:33 WIB

Banjir Tanah Bumbu Kembali Rendam 127 Rumah di Empat Desa

Banjir ini juga mengakibatkan tanggul penahan saluran air jebol.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Agus Yulianto
Seorang warga menuntun sepedanya menorobos banjir yang menggenangi jalan Bandarmasih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (1/6/2021). Dampak dari fenomena bulan purnama, debit air pasang di Kota Banjarmasin meningkat mengakibatkan sejumlah wilayah serta ruas jalan tergenang air setinggi 20-30 cm.
Foto: ANTARA/Bayu Pratama S
Seorang warga menuntun sepedanya menorobos banjir yang menggenangi jalan Bandarmasih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (1/6/2021). Dampak dari fenomena bulan purnama, debit air pasang di Kota Banjarmasin meningkat mengakibatkan sejumlah wilayah serta ruas jalan tergenang air setinggi 20-30 cm.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kembali terjadi. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menyebutkan curah hujan yang tinggi memicu banjir yang terjadi pada Jumat (20/8), sekitar pukul 13.30 WITA.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu mencatat sebanyak 127 KK atau 264 jiwa terdampak tersebut," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (21/8).

Dikatakannya, banjir ini telah melanda empat desa yang berada di Kecamatan Kusan Hulu. Empat desa terdampak, antara lain Desa Bakarangan, Desa Manuntung, Desa Sungai Rukam dan Desa Lasung.

Selain menyebabkan beberapa wilayah terendam, kata dia, banjir ini juga mengakibatkan 1 unit tanggul penahan saluran air jebol. Merespons hal ini, BPBD Tanah Bumbu bersama tim gabungan dan masyarakat segera berupaya menutup dengan menempatkan beberapa karung berisi tanah untuk membendung air agar tidak masuk ke pemukiman warga. Berdasarkan pemantauan visual tinggi muka air saat ini kurang lebih sekitar 20 sentimeter.

BPBD mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman, serta pendataan di lokasi terdampak. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan makanan kepada warga. Penanganan banjir di empat desa telah dilakukan di bawah koordinasi pos komando yang lokasinya berada di Kecamatan Kusan Hulu. 

"Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi," ujarnya.

Sedangkan total wilayah kecamatan, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi tersebut. Tujuh kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kusan Hilir, Kusan Hulu, Kuranji, Batu Licin, Karang Bintang, Simpang Empat dan Mantewe. 

Lebih lanjut ia mengatakan, waspada peringatan dini juga sudah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi dampak hujan lebat masih dapat terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dengan status waspada, peringatan dini ini berlaku hingga hari ini (21/8). Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat di beberapa wilayah di Indonesia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement