Ahad 15 Aug 2021 22:17 WIB

Jokowi: Angka BOR di Jawa Turun

Presiden meminta agar pelaksanaan program vaksinasi terus dipercepat.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden Joko Widodo. Jokowi menyatakan, angka BOR di Jawa terus menurun.
Foto: Antara/ Biro Pers - Muchlis Jr/hma
Presiden Joko Widodo. Jokowi menyatakan, angka BOR di Jawa terus menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di provinsi-provinsi di Jawa saat ini tercatat semakin menurun.

Di Jakarta, angka BOR sudah berada di kisaran 29,4 persen. Begitu juga angka BOR di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang juga tercatat menurun di angka 19,64 persen.

Baca Juga

Sementara itu, angka BOR di Jawa Barat kini sebesar 32 persen, di Jawa Tengah sebesar 38,3 persen, di Jawa Timur sebesar 52,3 persen, di Banten 33,4 persen, dan di DIY sebesar 54,7 persen.  

"Secara nasional BOR kita berada angka 48,14 persen," kata Jokowi dalam keterangannya yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Ahad (15/8).

 

Karena itu, Presiden meminta agar pelaksanaan program vaksinasi terus dipercepat. Ia menyebut, pelaksanaan vaksinasi harian saat ini telah mencapai 1,6 juta per hari. Jokowi juga meminta agar upaya testing dan tracing terus ditingkatkan. Pemerintah daerah pun juga perlu membangun isolasi terpusat untuk menekan penularan.

Seminggu terakhir, Jokowi melihat angka testing nasional berkisar di antara 130 ribu sampai 140 ribu. Sementara untuk indikator tracing nasional di antara 5-7.

"Meskipun ini masih berada di kategori sedang tetapi saya patut mengapresiasi karena ada peningkatan," ucap dia.

Jokowi menekankan, upaya testing harus terus ditingkatkan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang terpapar. Sehingga para pasien dapat segera mendapatkan penanganan lebih dini untuk mencegah terjadinya kejadian fatal dan juga penularan kepada orang lain.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement