Kamis 12 Aug 2021 23:39 WIB

Pertamina MOR VIII Jamin Pasokan Pertalite di Timika

Pertamina MOR VIII menyebut jaminan pasokan karena tibanya kapal tanker

Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite. Manajemen PT Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku Papua menjamin kelancaran pasokan bahan bakar minyak terutama pertalite di Kota Timika dan sekitarnya yang sempat dikurangi dalam beberapa hari terakhir.
Foto: Antara/Olha Mulalinda
Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite. Manajemen PT Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku Papua menjamin kelancaran pasokan bahan bakar minyak terutama pertalite di Kota Timika dan sekitarnya yang sempat dikurangi dalam beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA -- Manajemen PT Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku Papua menjamin kelancaran pasokan bahan bakar minyak terutama pertalite di Kota Timika dan sekitarnya yang sempat dikurangi dalam beberapa hari terakhir.

Unit Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina (Persero) MOR VIII Maluku Papua Edy Mangun yang dihubungi Antara dari Timika, Kamis, mengatakan distribusi pertalite dari Depo Jobert Pertamina Pelabuhan Pomako ke sejumlah SPBU di Kota Timika dalam beberapa hari terakhir memang dibatasi karena keterlambatan tibanya kapal tanker dari Tual dan Ambon. Namun Edy menjamin dalam satu dua hari ke depan pasokan pertalite ke semua SPBU di Timika akan kembali normal seperti sebelumnya.

"Memang ada keterlambatan kapal dari Tual masuk ke Pomako sehingga mempengaruhi ketersediaan stok pertalite yang ada di Depo Pomako. Mudah-mudahan kapalnya segera tiba dan bongkar sehingga satu dua hari ke depan sudah normal kembali," jelas Edy.

Menurut dia, persediaan pertalite di Depo Jober Pertamina Pomako belum sempat habis sama sekali. Namun petugas harus mengatur pasokan pertalite ke semua SPBU dengan memperhitungkan tiba dan bongkarnya muatan kapal tanker yang baru tiba dari Tual, Maluku Tenggara.

"Kami masih punya stok, tapi kan harus diatur baik, jangan sampai stok menjadi kosong sama sekali. Nanti bisa menimbulkan masalah. Kalau stok BBM lainnya seperti avtur, solar, minyak tanah dan lain-lain sampai sekarang masih aman," jelas Edy.

Ia memastikan kelangkaan pertalite di Timika itu tidak akan berlangsung lama, apalagi saat ini Mimika juga tengah menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dimana pergerakan kendaraan bermotor maupun warga tidak seramai seperti saat kondisi normal.

Setiap SPBU di Kota Timika dalam kondisi normal setiap hari mendapat alokasi pertalite dari Pertamina Pelabuhan Pomako sebanyak 16 KL hingga 24 KL.Saat ini terdapat enam SPBU yang beroperasi di Kota Timika yaitu SPBU Kilometer 8 Jalan Poros Timika-Mapurujaya, SPBU Nawaripi, SPBU Hasanuddin, SPBU Jalan Yos Sudarso, SPBU Timika Jaya Jalan Cenderawasih SP2 dan SPBU Karang Senang SP3.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement