Kamis 12 Aug 2021 15:04 WIB

Bulog Jamin Kualitas Beras Bantuan PPKM Tahap Kedua

jenis beras yang diberikan kepada masyarakat dijamin memiliki kualitas baik

Rep: m nursyamsi/ Red: Hiru Muhammad
Petugas menunjukan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat saat peluncuran program bantuan beras PPKM tahap II di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Pemerintah melalui Perum Bulog akan melanjutkan program bantuan beras PPKM tahap II yang akan diberikan kepada 8,8 juta keluarga penerima manfaat.
Foto: ANTARA/GALIH PRADIPTA
Petugas menunjukan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat saat peluncuran program bantuan beras PPKM tahap II di Gedung Bulog, Jakarta, Kamis (12/8/2021). Pemerintah melalui Perum Bulog akan melanjutkan program bantuan beras PPKM tahap II yang akan diberikan kepada 8,8 juta keluarga penerima manfaat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menjamin kualitas beras bantuan PPKM tahap II untuk 8,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Buwas mengatakan proses penyaluran beras bantuan PPKM yang menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium telah melewati sejumlah tahap, termasuk pemeriksaan kualitas beras yang sesuai standar.

"Beras yang digunakan beras CBP itu medium, jadi dimulai dari pengadaan, harga, dan kualitas itu ditentukan pemerintah," ujar Buwas saat konferensi pers bertajuk "Kick Off Distribusi Bantuan Beras PPKM" di Jakarta, Kamis (12/8).

Buwas menggaransi jenis beras yang diberikan kepada masyarakat memiliki kualitas baik lantaran telah melalui prosedur pembersihan dengan mesin rice to rice. Tak sekadar produksi, ucap Buwas, Bulog juga menerapkan standar khusus dalam penyimpanan beras guna meminimalisir terjadinya kerusakan.

"Tentunya kualitas sudah pasti dijamin walau medium. Bahkan saat pengadaan ada pemeriksaan PH agar tidak ada lagi beras jelek," ucap Buwas.

 

Buwas menyampaikan Bulog selalu memeriksa kualitas beras sebelum disalurkan dan memastikan beras yang diberikan memang layak konsumsi. Dalam penyalurannya, lanjut Buwas, Bulog juga dibantu PT Pos Indonesia (Persero) dan DNR Corporation yang memiliki sistem dalam memonitor kualitas beras.

Kata Buwas, Bulog tidak mungkin bermain-main dengan kualitas beras mengingat penyaluran beras bantuan merupakan misi dari negara yang diamanahkan kepada Bulog."PT Pos Indonesia dan DNR juga punya sistem dalam mengawasi kualitas beras yang akan didistribusikan," ungkap Buwas.

Buwas menegaskan Bulog siap mengganti beras yang diterima masyarakat dalam keadaan rusak. Kata Buwas, beras kualitas rendah yang mendapat komplain dari masyarakat bukan berasal dari produksi atau penyimpanan, melainkan saat proses distribusi. 

"Kemarin sudah terjawab ternyata bukan beras kualitas rendah tapi karena saat menurunkan dalam kondisi cuaca buruk, kan di luar kemampuan kita, tapi bukan brarti tidak diganti, kita tetap bertangung jawab (mengganti)," kata Buwas.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan persoalan medan dan kondisi cuaca memang menjadi tantangan dalam distribusi beras bantuan. Faizal mencontohkan saat perahu yang membawa beras bantuan terguling di Maluku beberapa waktu lalu."Berasnya tentu basah semua. Kami langsung koordinasi dengan Bulog dan semua beras itu diganti karena memang sudah rusak," ucap Faizal.

Faizal menyebut hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat Pos Indonesia dalam membantu penyaluran beras bantuan PPKM tahap II kepada masyarakat berdasarkan data dari Kementerian Sosial (Kemensos). Terlebih, Pos Indonesia memiliki jaringan luas yang mampu menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal."Kami terus berkoordinasi dengan Bulog, mulai dari saat mengambil bansos dari gudang-gudang Bulog di setiap daerah hingga membawa ke titik kumpul di RT atau RW," ungkap Buwas.

Kata Faizal, Pos Indonesia juga menyimpan bantuan beras bantuan PPKM dan akan langsung disalurkan ke rumah penerima yang sudah lanjut usia atau penyandang disabilitas.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement