Selasa 10 Aug 2021 23:31 WIB

200 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran di Grogol

Kebakaran di Jalan Muwardi Grogol menghanguskan 25 rumah yang dihuni 200 warga

Rep: Febryan A/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Seorang warga mencari barang berharga yang masih bisa diselamatkan pasca kebakaran di kawasan Grogol. - Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 200 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan 25 rumah di kawasan padat penduduk di Grogol, Jakarta Barat, Senin (9/8) malam. Mereka terpaksa mengungsi di sejumlah tempat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Seorang warga mencari barang berharga yang masih bisa diselamatkan pasca kebakaran di kawasan Grogol. - Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 200 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan 25 rumah di kawasan padat penduduk di Grogol, Jakarta Barat, Senin (9/8) malam. Mereka terpaksa mengungsi di sejumlah tempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 200 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan 25 rumah di kawasan padat penduduk di Grogol, Jakarta Barat, Senin (9/8) malam. Mereka terpaksa mengungsi di sejumlah tempat. 

Sekretaris Kelurahan Grogol, Ririen Herdinawati mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satu lokasi pengungsian, yakni Mushola Asrotul Mukminin yang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun demikian, sebagian besar korban kebakaran memilih mengungsi di kediaman sanak saudaranya. 

“Untuk pengungsi di Mushola Asrotul Mukminin sekitar 50 orang," kata Ririen ketika dihubungi, Selasa (10/8). 

Ririen menambahkan, pihaknya juga menjadikan GOR Grogol sebagai tempat khusus pengumpulan bantuan makanan dan kebutuhan lain. Bantuan itu sudah disebar kepada masyarakat terdampak. 

Sebelumnya, sebanyak 25 rumah hangus akibat kebakaran di Jalan Dr Muwardi, RT 14 dan RT 13, RW 02, Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (9/8) malam. Kebakaran yang diduga terjadi karena ledakan kompor gas itu juga mengakibatkan satu warga terluka.

Sementara itu Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Mulat Wijayanto menyebut terdapat satu orang yang menjadi korban luka bakar. Namun, Mulat tak menyampaikan lebih lanjut soal luka bakar yang didapat Wiwi. 

Adapun luas area yang terbakar, kata dia, adalah 200 meter persegi. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 600 juta. 

Mulat mengatakan, api diduga muncul dari ledakan kompor gas di salah satu rumah warga. Si Jago Merah lantas membesar dan menyebar ke belasan rumah lainnya di kawasan padat hunian itu. 

Warga, lanjut dia, melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam pukul 19.12 WIB. Pihaknya langsung mengerahkan 27 mobil pemadam beserta 135 personel ke lokasi kejadian. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement