Kamis 05 Aug 2021 11:24 WIB

NIK Dipakai Vaksinasi Orang Lain Juga Muncul di Tangsel

Data yang tertera persis dengannya, mulai NIK, nama lengkap, hingga tanggal lahir.

Rep: Eva Rianti/ Red: Mas Alamil Huda
Warga disuntikan vaksin Covid-19 saat vaksinasi massal di Bogor, Jawa Barat. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Warga disuntikan vaksin Covid-19 saat vaksinasi massal di Bogor, Jawa Barat. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyelidiki kasus dugaan pencatutan data seorang warga ber-KTP DKI Jakarta bernama Yuni Trianita (43) yang tercatat telah melakukan vaksinasi di sebuah klinik di Kota Tangsel, padahal belum menjalani vaksinasi. 

"Iya kami selidiki dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangsel serta Dinas Kependudukan Kota Tangsel untuk melakukan klarifikasi terhadap informasi tersebut," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin, Kamis (5/8). 

Iman mengatakan, akan melakukan pengecekan ke klinik yang tertera sebagai lokasi pelaksanaan vaksinasi tersebut. Dia memastikan akan dilakukannya penyempurnaan sistem yang ada dan menjamin warga memperoleh hak untuk divaksin. 

"Kami akan cek ke klinik tersebut apakah ada kekeliruan dalam input data atau ada kesengajaan dalam penggunaan NIK tersebut," jelasnya. 

Diketahui, kasus itu bermula pada 1 Agustus 2021 saat Yuni mendapati identitas dirinya di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan Peduli Lindungi tercatat telah divaksin dosis satu tertanggal 22 Juli 2021 di wilayah Tangsel. Data yang tertera di aplikasi tersebut persis dengan dirinya, mulai dari NIK, nama lengkap, hingga tanggal lahir.

"Saya belum vaksin. Tapi nama saya, NIK saya, sudah dipakai vaksin dosis pertama, Sinovac, tanggal 22 Juli di Klinik Dr Ranny Tangerang Selatan," ujar Yuni kepada wartawan, Rabu (4/8). 

Yuni mengaku keheranan hal itu dapat terjadi. Terlebih, dia mengatakan, kurang masuk akal jika dirinya yang ber-KTP Jakarta dan domisili di Cibitung, Kabupaten Bekasi, melakukan vaksinasi hingga ke Tangsel. 

"Makanya kalau logikanya enggak mungkin banget, KTP saya Jakarta, tinggalnya di Cibitung, kenapa saya harus jauh-jauh vaksin di Tangerang Selatan? Saya juga enggak tahu itu kliniknya Dr Ranny di mana," ungkapnya. 

Yuni mengatakan, dirinya sebenarnya berniat menjalani vaksinasi di kawasan Jakarta Selatan, di dekat rumah orang tuanya. Namun, masalah dugaan kasus pencatutan data tersebut menjadi kendala baginya untuk divaksinasi Covid-19. Dia meminta pihak-pihak terkait segera menelusuri masalah tersebut dan memberi solusi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement