Senin 02 Aug 2021 16:54 WIB

DPRD DIY Sebut Isoman Capai 30 Ribu Orang

Saat ini, DIY butuh sekitar sepuluh kali lipat kapasitas layanan penanganan Covid-19.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah
Relawan menyiapkan makanan soto yang akan diberikan kepada warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri (isoman)
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Relawan menyiapkan makanan soto yang akan diberikan kepada warga yang tengah menjalankan isolasi mandiri (isoman)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, jumlah pasien Covid-19 yang saat ini tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di DIY mencapai 30 ribu orang. Banyaknya pasien isoman dikarenakan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan shelter yang juga tidak mencukupi untuk menampung seluruh isoman.

"Isoman kita 30 ribuan orang saat ini, sementara kapasitas (fasyankes dan shelter) kita cuma tiga ribuan," kata Huda di Gedung DPRD DIY, Yogyakarta, Senin (2/8).

Baca Juga

Dengan begitu, katanya, sekitar sepuluh kali lipat kapasitas layanan penanganan Covid-19 yang dibutuhkan saat ini di DIY untuk penanganan Covid-19. Untuk itu, ia meminta agar fasilitas yang memungkinkan untuk dapat dijadikan sebagai tempat penanganan Covid-19 agar dimanfaatkan.

Seperti Hotel Mutiara I dan II yang rencananya akan dijadikan sebagai rumah sakit darurat penanganan Covid-19 di DIY. Diharapkan, ditambahnya rumah sakit darurat ini dapat menampung isoman yang memerlukan perawatan di rumah sakit, sehingga dapat tertangani dengan baik. "Kita meminta agar dioptimalkan fasilitas-fasilitas umum termasuk fasilitas punya Pemda DIY yang bisa kita pakai untuk mengatasi kondisi darurat," tambahnya.

Pasalnya, banyaknya pasien yang melakukan isoman menyebabkan kematian saat isoman juga meningkat di DIY. Hal ini dikarenakan kondisi pasien yang tidak terpantau oleh tenaga kesehatan saat menjalani isoman. "Kita sangat prihatin banyaknya isoman yang meninggal di rumah," ujar Huda.

Untuk menekan kematian saat isoman, Pemda DIY sendiri sudah membentuk satgas khusus. Satgas khusus ini melakukan pengawasan hingga penjemputan pasien isoman dengan berkeliling dari rumah ke rumah untuk dipindahkan ke shelter terpusat. "Kami sangat mendukung apa yang dilakukan oleh satgas isoman menjemput rekan-rekan yang isoman, kemudian dimasukkan dalam shelter dengan pengawasan dan pemantauan rumah sakit," jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement