Jumat 09 Jul 2021 15:15 WIB

Penumpang di Terminal Bus Jabodetabek Turun Drastis

Penurunan penumpang di terminal tipe A Jabodetabek sekitar 61 persen

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Esthi Maharani
Sejumlah penumpang saat menunggu waktu keberangkatan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (18/5).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah penumpang saat menunggu waktu keberangkatan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa (18/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penurunan penumpang yang drastis di terminal tipe A Jabodetabek. Khususnya penurunan jumlah penumpang sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Penurunan penumpangnya (di terminal bus Jabodetabek) sangat besar cukup drastis sekitar 61 persen," kata Kepala BPTJ Kemenhub Polana B Pramesti dalam konferensi video, Jumat (9/7).

Sementara itu untuk pergerakan kendaraan bus di terminal tipe A Jabodetabek juga menurutnya turun drastis. Polana menuturkan, pergerakan kendaraan di terminal bus Jabodetabek turun hampir 39 persen.

Polana menambahkan, penurunan yang cukup drastis juga terjadi pada moda transportasi Transjakarta dan Transjabodetabek. "Transjakarta di Jakarta penurunannya 30 persen. Sementara untuk Transjabodetabek drastis turun 81 persen," ungkap Polana.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan secara umum pergerakan semua moda transportasi darat selama 5-8 Juli 2021 menurun. Hanya saja, Budi menuturkan persentase penurunannya cukup bervariasi.

"Kalau dari data Jabodetabek untuk angkutan umum baik bus yang datang dan berangkat ke Jakarta termasuk penumpangnya rata-ra turun," ungkap Budi.

Budi mencontohkan, di Terminal Pulo Gebang biasanya rutin terdapat 124 kendaraan yang datang. Hanya saja semenjak PPKM darurat hanya 86 kendaraan saja yang masuk ke Terminal Pulo Gebang atau turun sekitar 30 persen.

Begitupun juga untuk keberangkatan bus mengalami penurunan. "Keberangkatan itu hanya 159 bus rata-rata. Sekarang jadi 60 bus saja. Turunnya sekitar 60 persen," jelas Budi.

Sementara itu, kendaraan yang menyebrang melalui Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk juga turun 30 persen. Sementara itu kendaraan pribadi yang keluar Jabodetabek melalui Tol Cikampek turun 30 hingga 20 persen.

"Rata-rata moda transportasi yang dibatasi mengalami penurunan," ujar Budi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement