Jumat 09 Jul 2021 09:38 WIB

Wakil Wali Kota: Pasokan Oksigen RS Surabaya Masih Aman

Di lapangan, harga oksigen naik dan sulit diperoleh.

Wakil Wali Kota: Pasokan Oksigen RS Surabaya Masih Aman. Suasana Jalan Tunjungan yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/7/2021). Pihak kepolisian setempat menutup Jalan Pemuda, Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan selama 24 jam dalam masa PPKM Darurat untuk mengurangi mobilitas warga guna menghambat penyebaran COVID-19.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Wakil Wali Kota: Pasokan Oksigen RS Surabaya Masih Aman. Suasana Jalan Tunjungan yang ditutup, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/7/2021). Pihak kepolisian setempat menutup Jalan Pemuda, Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan selama 24 jam dalam masa PPKM Darurat untuk mengurangi mobilitas warga guna menghambat penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan pasokan oksigen untuk mendukung penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit di Kota Surabaya, Jawa Timur hingga saat ini masih aman.

"Pasokan oksigen terpenuhi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," katanya, Jumat (9/7).

Baca Juga

Ia mengatakan pemerintah kota sudah berkoordinasi dengan produsen gas oksigen di Surabaya, seperti PT Samator dan PT Aneka Gas untuk mengamankan suplai oksigen medis bagi rumah sakit. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengemukakan pemerintah kota berupaya memastikan ketersediaan oksigen medis untuk pasien di rumah sakit maupun penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Komisi B DPRD Surabaya sudah meminta pemerintah kota membentuk satuan tugas yang meliputi aparat Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, serta TNI dan Polri guna menangani masalah ketersediaan oksigen untuk mendukung perawatan penderita Covid-19. Menurut Komisi B DPRD Surabaya, satuan tugas tersebut nantinya harus memastikan stok oksigen aman, harganya terjangkau, dan mudah diakses oleh rumah sakit dan warga.

Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah IV Surabaya Dendy Rakhmad Sutrisno mengemukakan belakangan harga oksigen medis naik dan warga sulit memperolehnya. Menurut pantauan KPPU, ia mengatakan, gas oksigen dalam tabung satu meter kubik yang biasanya dijual Rp 700 ribu sampai Rp 800 ribu kini dijual seharga Rp 1,2 juta hingga Rp 2,1 juta. Harga isi ulang gas oksigen juga meningkat menjadi sekitar Rp 150 ribu per meter kubik dari Rp 30 ribu per meter kubik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement