Selasa 06 Jul 2021 13:42 WIB

Volume Kendaraan di Jatim Diklaim Menurun Saat PPKM Darurat

Telah terjadi penurunan volume kendaraan yang melintas pada saat PPKM Darurat

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
 Petugas mengalihkan pengendara motor yang akan masuk ke Surabaya saat penyekatan PPKM Darurat, di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur.
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.
Petugas mengalihkan pengendara motor yang akan masuk ke Surabaya saat penyekatan PPKM Darurat, di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta dan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto memantau penyekatan PPKM Darurat melalui udara, Selasa (6/7). Pemantauan dilakukan dengan melintasi perbatasan antara wilayah kabupaten dan kota. Di antaranya kawasan Surabaya-Sidoarjo, Gresik-Surabaya, Jembatan  Suramadu, dan Pandaan-Malang.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan, telah terjadi penurunan volume kendaraan yang melintas dibanding sebelum diterapkannya PPKM Darurat. "Lalu lintas yang terpantau secara umum ada pengurangan volume kendaraan khususnya pada titik-titik penyekatan. Tetapi di beberapa titik masih harus diturunkan lagi,” kata Khofifah.

Khofifah berharap, dengan berkurangnya mobilitas dan pergerakan masyarakat tersebut dapat menurunkan penularan Covid-19 di wilayah setempat. Khofifah juga menekankan pentingnya menjalin sinergitas TNI-Polri  dan elemen penthahelix dalam memperkuat pemberlakuan PPKM Darurat.

Sebagaimana diketahui, tim gabungan TNI-Polri melakukan penyekatan pada 72 titik di wilayah Jatim selama PPKM Darurat. Ke-72 titik tersebut terdiri atas 45 exit tol, 20 titik antar rayon, dan 7 titik perbatasan.

Khofifah kembali mengingatkan masyarakat dari luar kota yang hendak melewati penyekatan, wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19. Ia juga berpesan pada masyarakat yang tak memiliki kepentingan untuk senantiasa di rumah saja selama PPKM Darurat.

"Jangan lupa bawa hasil swab antigen atau PCR dan kartu tanda telah divaksin. Disiplinkan diri untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Yang lain, saya mohon tetap tinggal di rumah demi keselamatan diri dan keluarga," ujar Khofifah.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta mengatakan, pemantauan ini dilakukan untuk mengecek penyekatan-penyekatan yang ada antara kabupaten dan kota. Penyekatan ini merupakan pendukung dari kebijakan PPKM Darurat yang digelar.

“Terpantau dari pemandangan di atas tadi berkurang volume kendaraannya dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Nico juga mengimbau pengusaha dan perusahaan agar mengatur para karyawannya, sehingga bisa mengurangi mobilitas dan melakukan pekerjaan dari rumah. Ia menegaskan, hal ini penting dilakukan dalam mencegah penularan Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement