Ahad 04 Jul 2021 22:08 WIB

Pertahankan Tabung Oksigen, Perawat di Lampung Dianiaya OTK

Tiga orang OTK yang menganiaya perawat puskesmas mengaku keluarga pejabat Lampung

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pedagang menyiapkan tabung oksigen pesanan warga di agen penjualan oksigen di Sukarame, Bandar Lampung, Lampung (ilustrasi). Tiga orang lelaki tidak dikenal (OTK) memaksa petugas perawat puskesmas agar meminjami tabung oksigen, Ahad (4/7). Setelah ditolak perawat, orang tak dikenal tersebut marah dan melakukan penganiayaan kepada perawat tersebut hingga terluka.
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Pedagang menyiapkan tabung oksigen pesanan warga di agen penjualan oksigen di Sukarame, Bandar Lampung, Lampung (ilustrasi). Tiga orang lelaki tidak dikenal (OTK) memaksa petugas perawat puskesmas agar meminjami tabung oksigen, Ahad (4/7). Setelah ditolak perawat, orang tak dikenal tersebut marah dan melakukan penganiayaan kepada perawat tersebut hingga terluka.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Tiga orang lelaki tidak dikenal (OTK) memaksa petugas perawat puskesmas agar meminjami tabung oksigen, Ahad (4/7). Setelah ditolak perawat, orang tak dikenal tersebut marah dan melakukan penganiayaan kepada perawat tersebut hingga terluka.

Keterangan yang diperoleh Republika.co.id di Puskesmas Kedaton, Ahad (4/7), tiga petugas jaga Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung kedatangan tiga orang tak dikenal mengaku keluarga pejabat. Perawat jaga tersebut menanyakan pasien yang dibawa orang tersebut, namun orang tadi menjawab berada di rumah.

Perawat bertahan dengan ketentuan harus ada pasien yang dibawa keluarganya, agar mendapatkan perawatan. Namun, tiga orang tak dikenal tersebut memaksa agar perawat meminjamkan tabung oksigen untuk dibawa ke rumahnya sesegera mungkin, karena pasiennya sakit.

Tidak terima perlakuan dari perawat jaga Puskesmas Kedaton tersebut, tiga orang tersebut melakukan penganiayaan dengan cara mengeroyok perawat tersebut. Perawat tersebut mendapat perlakuan kekerasan dari tiga pelaku tersebut.

Perawat yang dianiaya dibawa ke RSUD Abdul Moeloek Lampung dan saat ini masih dalam perawatan karena luka yang diderita cukup parah. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Kedaton. “Perawat sudah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek,” kata Ridwan, petugas Puskesmas Kedaton.

Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung Edwin Rusli membenarkan adanya perawat jaga di Puskesmas Kedaton mengalami penganiayaan dari orang tak dikenal. Menurut dia, motif yang dilakukan pelaku kepada perawat karena ditolak perawat saat mau meminjam tabung oksigen.

Perawat bernama Rendi yang menjadi korban kekerasan saat itu menjadi perawat jaga puskesmas karena hari libur. Namun, orang tak dikenal tersebut langsung melayangkan pukulan ke kepala perawat, lalu ditambah dengan pukulan menggunakan benda keras.

Kejadian tersebut, menyebabkan perawat Rendi mengalami luka di bagian kepala, dan terpaksa dirawat di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Berdasarkan informasi, pelaku setelah kabur dari Puskesmas Kedaton juga mendatangi puskesman lain dengan motif juga meminjam tabung oksigen. 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement