Ahad 04 Jul 2021 17:22 WIB

Anies Ingatkan Vaksinasi Covid untuk Bangun Herd Immunity

Pemprov DKI juga telah mempermudah pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi JAKI.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan
Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, saat ini Ibu Kota sedang dalam situasi penambahan kasus penularan Covid-19 yang luar biasa tinggi. Anies menyebut, semua pihak pun berlomba melawan penyebaran virus corona. 

Menurut dia, ada dua cara untuk membangun kekebalan masyarakat atau herd immunity dari Covid-19, yakni infeksi virus corona dan vaksinasi. Sebab, dampak yang timbul setelah seseorang terpapar Covid-19 diketahui mirip seperti usai disuntik vaksin, yaitu memberikan antibodi dan kekebalan dari virus tersebut. 

Baca Juga

"Untuk bisa tumbuh imunitas kekebalan (ada) dua rute, rute pertama lewat vaksinasi, rute kedua infeksi," kata Anies di Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (4/7).

Kendati demikian, Anies lebih memilih menggunakan cara vaksinasi dibandingkan banyaknya masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Sehingga, jelas dia, semakin banyak orang yang mendapatkan suntikan vaksin, maka dapat mencapai herd immunity. 

"Kami ingin lebih banyak yang mendapat vaksinasi, tumbuh kekebalan daripada infeksi lalu tumbuh kekebalan," ujarnya. 

Karena itu, ia pun mendorong masyarakat agar segera mengikuti program vaksinasi yang telah digelar oleh pemerintah. Dia menjelaskan, Pemprov DKI juga telah mempermudah pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi JAKI sehingga masyarakat yang berusia 12 tahun ke atas bisa memperoleh vaksinasi dengan mudah. 

"Seluruh masyarakat silakan gunakan aplikasi JAKI untuk mendaftar vaksinasi. Bisa dilakukan di mana saja, sehingga anda tidak perlu mendaftar mengantre, dari rumah buka aplikasi, pilih lokasi, pilih waktu lalu datang di waktu yang sudah disepakati. Dengan begitu kita bisa sama-sama melindungi seluruh masyarakat Jakarta," jelas dia. 

Selain itu, Anies juga meminta kepada seluruh pihak untuk mematuhi aturan selama masa penerapan PPKM Darurat. Ia menilai, pembatasan mobilitas masyarakat bukanlah untuk mengosongkan jalan-jalan di Jakarta, tetapi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

"Jadi pemerintah sudah menetapkan ada keputusan tentang PPKM darurat. Artinya, seluruh masyarakat diminta untuk berada di rumah, kecuali yang termasuk dalam sektor esensial dan sektor kritikal," kata dia. 

"Kenapa dilakukan, supaya memutus mata rantai penularan. Itu sebabnya, mari kita taati," imbuhnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement