Ahad 04 Jul 2021 16:27 WIB

Pemkot Yogya Klaim Ketersediaan Oksigen Masih Mencukupi

Ketersediaan oksigen saat ini masih mencukupi kebutuhan sekitar tiga pekan mendatang

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Andi Nur Aminah
Karyawan yang mengenakan masker pelindung mengisi ulang tabung oksigen di sebuah toko di tengah wabah penyakit virus corona (ilustrasi)
Foto: The Bangkok Post
Karyawan yang mengenakan masker pelindung mengisi ulang tabung oksigen di sebuah toko di tengah wabah penyakit virus corona (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta mengklaim ketersediaan oksigen masih mencukupi. Hal ini disampaikan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi. Mengingat pasokan oksigen yang semakin menipis akibat kebutuhan yang tinggi, buntut dari lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi DIY.

Pasalnya, di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yakni RSUP Dr Sardjito sempat kewalahan mendistribusikan oksigen. Sebab, banyaknya pasien Covid-19 yang dirawat dan membutuhkan oksigen menjadikan ketersediaan menipis.

Baca Juga

"Sampai saat ini (ketersediaan oksigen) masih tercukupi," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut kepada wartawan dalam pesan tertulisnya, Ahad (4/7).

Heroe juga mengklaim bahwa ketersediaan oksigen saat ini masih dapat mencukupi kebutuhan sekitar tiga pekan mendatang, terutama untuk rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kota Yogyakarta. Bahkan, katanya, pemasok oksigen juga sudah menyanggupi untuk mendistribusikan oksigen secara rutin agar tidak terjadi kekurangan maupun kelangkaan. "Dalam rakor di Kepatihan (Kantor Gubernur DIY) juga sudah disampaikan bahwa sampai 20 hari masih tersedia cukup. Bahkan supplier oksigen juga sudah menyanggupi," ujarnya.

Seperti diketahui, Dirut RSUP Dr Sardjito, dr Rukmono Siswishanto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemasok oksigen agar mendapat pasokan secara rutin dan memenuhi kebutuhan untuk langkah antisipasi peningkatan kasus. Baik itu dengan PT Samator yang merupakan penyuplai oksigen untuk DIY maupun PT Surya Gas.

Ketika persediaan menipis seperti pada 3 Juli 2021 kemarin, pihaknya kembali melakukan pertemuan untuk memastikan kecukupan persediaan oksigen. Sebab, meningkatnya jumlah pasien dirawat berakibat persediaan menipis, baik oksigen sentral berupa liquid maupun tabung.

Untuk itu, dilakukan pengaturan ulang semua penggunaan oksigen yang dipakai pasien. Serta, mengirim surat permohonan dukungan kepada Menteri Kesehatan, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Gubernur DIY, BPBD, Dinkes, Persi dan Dewan Pengawas.

"Juga dilaporkan persediaan oksigen sentral di RSUP Dr Sardjito akan mengalami penurunan pada 3 Juli 2021 mulai 16.00 sampai kehabisan persediaan oksigen yang diperkirakan pada 18.00, namun kenyataannya oksigen sentral habis sekitar 20.00," kata Rukmono

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement