Rabu 30 Jun 2021 23:40 WIB

Ruang isolasi di Kota Bandung tersisa Kurang dari 5 Persen

Pemkot menyebut ruang isolasi terus bertambah yaitu hingga 2.144 tempat tidur

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wali Kota Bandung, Oded M Danial. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan angka keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit sebanyak 95,48 persen atau tersisa kurang dari 5 persen.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Wali Kota Bandung, Oded M Danial. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan angka keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit sebanyak 95,48 persen atau tersisa kurang dari 5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung menyatakan angka keterisian ruang isolasi atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit sebanyak 95,48 persen atau tersisa kurang dari 5 persen.

"Keterisian rumah sakit di Kota Bandung sampai dengan hari Selasa 29 Juni 2021 adalah 95,48 persen," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/6). Adapun pada 15 Juni 2021, jumlah tempat tidur untuk isolasi Covid-19 di Kota Bandung berjumlah 1.749 di berbagai rumah sakit. Sejak saat itu, Satgas terus berupaya melakukan penambahan tempat tidur.

Hingga 29 Juni 2021, sudah ada berbagai penambahan tempat tidur hingga berjumlah 2.144 tempat tidur isolasi yang disediakan. Namun, dari jumlah itu kini terisi sebanyak 2.047 tempat tidur, sehingga tersisa hanya 97 tempat tidur.

Di Kota Bandung sendiri, tercatat sebanyak 29 rumah sakit yang menjadi rujukan untuk penanganan COVID-19, mulai dari RSUD, RS Hasan Sadikin, hingga RS swasta lainnya. Meski begitu, Oded mengaku saat ini tengah mempersiapkan gedung eks Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) yang berada di kawasan Astanaanyar untuk dijadikan ruangan isolasi bagi pasien COVID-19.

"Sudah dibahas oleh Pak Sekda dan jajaran, gedung eks RSKIA Astanaanyar disiapkan," kata Oded.

Sebelumnya Oded menyebut kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung memasuki fase kritis sebab level kewaspadaan Covid-19 berada di zona merah atau risiko tinggi dengan angka yang terus menurun dari 1,72 menjadi 1,69. Salah satu pemicunya varian Delta yang diduga sudah menyebar di Kota Bandung.

"Data skor labeling Kota Bandung masih termasuk zona merah terjadi penurunan skor saat ini 1,69 sebelumnya sampai 1,72 menandakan kondisi sangat kritis," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial, kepada wartawan secara online seusai rapat terbatas, Rabu (30/6).

Ia menuturkan, hingga Selasa (29/6), total kasus Covid-19 di Kota Bandung mencapai 24.326 terdiri atas 2.846 kasus positif aktif, 21.028 kasus sembuh, dan 452 kasus sembuh. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement