Senin 14 Jun 2021 23:45 WIB

Cegah Klaster, Padang Panjang Gelar Tes Swab di Sekolah

Pemko Padang Panjang gelar tes swab khususnya di sekolah dengan asrama

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sejumlah siswa dan guru SMPN 10 Padang mengantre menjelang mengikuti tes usap (swab test) COVID-19. Pemerintah Kota Padang Panjang berusaha menghambat laju penyebaran wabah Covid-19 di sekolah-sekolah. Dalam beberapa bulan terakhir ada dua klaster sekolah muncul di daerah Kota Padang Panjang. Yakni klaster SMA 1 Sumatra Barat dan klaster SMA 1 Padang Panjang.
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Sejumlah siswa dan guru SMPN 10 Padang mengantre menjelang mengikuti tes usap (swab test) COVID-19. Pemerintah Kota Padang Panjang berusaha menghambat laju penyebaran wabah Covid-19 di sekolah-sekolah. Dalam beberapa bulan terakhir ada dua klaster sekolah muncul di daerah Kota Padang Panjang. Yakni klaster SMA 1 Sumatra Barat dan klaster SMA 1 Padang Panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG - Pemerintah Kota Padang Panjang berusaha menghambat laju penyebaran wabah Covid-19 di sekolah-sekolah. Dalam beberapa bulan terakhir ada dua klaster sekolah muncul di daerah Kota Padang Panjang. Yakni klaster SMA 1 Sumatra Barat dan klaster SMA 1 Padang Panjang.

Untuk mengantisipasi klaster baru jelang dimulainya sekolah tatap muka tahun ajaran 2021-2022 Pemko bersama pihak terkait telah melakukan serangkaian tes covid-19 bagi para siswa-siswi yang bukan berasal dari Kota Padang Panjang. Khususnya di sekolah yang memiliki asrama.

“Setelah dilakukan tes covid-19, beberapa siswa yang baru pulang dari kampung halaman ternyata positif. Lalu diambil kebijakan melakukan tes swab bagi seluruh siswa, sehingga ditemukan kasus positif covid-19 seperti kasus di SMAN 1 Padang Panjang. Kami juga telah memulangkan para siswa yang positif Covid-19 itu ke kampung halamannya untuk melakukan isolasi mandiri,” kata Wakil Wali Kota Padang Panjang, Asrul, Senin (14/6).

Asrul menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan beberapa langkah dan upaya untuk memutus penyebaran covid-19 di Kota Padang Panjang. Khususnya dalam pencegahan timbulnya klaster sekolah. Di antaranya, sebelum pelaksanaan belajar tatap muka dimulai, Pemko mewajibkan setiap sekolah yang berasrama melakukan uji tes covid-19 yakni dengan rapid antigen terhadap para siswa-siswi.

Kalau hasilnya negatif, siswa dibolehkan masuk ke asrama. Sedangkan yang positif, mereka akan dipulangkan ke kampung halaman untuk melakukan isolasi mandiri.

"Setelah itu kami juga melakukan tracking terhadap yang kontak erat dengan bersangkutan,” ujar Asrul.

Asrul menambahkan, dengan adanya muncul klaster sekolah di Kota Padang Panjang ini, pihaknya akan tetap menjalankan pembelajaran tatap muka daripada pembelajaran dalam jaringan. Ia menilai pembelajaran tatap muka lebih baik dibandingkan daring.

Tapi dengan catatan, tatap muka dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Pemko, kata Asrul, juga selalu melakukan evaluasi dan lakukan pengawasan yang ketat melalui Tim Satgas Covid-19 setiap harinya. Di antaranya dengan mengawasi bagaimana penerapan protokol kesehatan benar-benar terlaksana di sekolah itu. 

Satgas Covid-19 Padang Panjang kata dia juga secara berkala melakukan razia terhadap masyarakat yang masih melanggar Perda Provinsi Sumbar No. 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) yang sering dipusatkan di lingkungan Pasar Pusat Padang Panjang.

Asrul mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah berlaku. Di antaranya wajib memakai masker, mencuci tangan, menjaga jaga jarak, menghindari kerumunan serta meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi vitamin dan makanan yang sehat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement