Kamis 10 Jun 2021 17:12 WIB

Pesta Kesenian Bali 2021 Libatkan 10 Ribu Seniman

Pesta Kesenian Bali direncanakan dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo.

Seorang penari duta Kabupaten Bangli menari bersama pengunjung saat Parade Tari Joged Bumbung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Senin (24/6/2019).
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Seorang penari duta Kabupaten Bangli menari bersama pengunjung saat Parade Tari Joged Bumbung pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Senin (24/6/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pesta Kesenian Bali ke-43 pada 12 Juni hingga 10 Juli 2021 akan melibatkan sekitar 10 ribu seniman dari berbagai komunitas dan sekaa (sanggar) unggulan kabupaten/kota se-Bali serta delegasi luar negeri.

"Sebanyak 73 mata acara akan dihadirkan selama penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) dengan melibatkan 10 ribu seniman," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha.

PKB ke-43 mengambil tema "Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi (Jiwa Paripurna Napas Pohon Kehidupan)" yang bermakna memuliakan pohon/hutan sebagai simfoni harmoni semesta raya menuju kesejahteraan hidup dengan jiwa yang maha sempurna.

Tema ini secara visual direpresentasikan melalui ikon utama pohon Kalpataru yang dapat dimaknai sebagai napas kehidupan sekaligus pengetahuan utama yang mengajarkan manusia tentang sumber pangan, farmakologi, budaya, ekonomi, industri, bahkan juga spiritual. Pohon diyakini sebagai saudara tertua manusia dalam kehidupan di Bumi.

Pembukaan PKB tahun ini akan dipadukan acara langsung (live) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali dan virtual, serta direncanakan dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2021, pukul 11.00-12.30 WITA.

Acara pembukaan diawali penayangan video Peed Aya (pawai) Pratiti Wana Kerthi dan Rekasadana (Pergelaran) Sendratari "Wreksa Kastuba" garapan ISI Denpasar. "Konsep adiluhung dalam tema PKB akan menjadi pemantik kreativitas berbasis tradisi dan memotivasi generasi Bali masa kini untuk selalu mencintai kebudayaan leluhur, membangun karakter, jati diri dan kesejahteraan," ucap mantan Rektor ISI Denpasar itu.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, PKB dilaksanakan secara konvensional (luring) dan daring dengan protokol kesehatan yang ketat serta terukur. Agenda PKB, terdiri atas 43 rekasadana (pergelaran), tiga jenis utsawa (parade), 13 wimbakara (lomba), dua kandarupa (pameran), enam kegiatan kriyaloka (lokakarya), dan enam topik widyatula (sarasehan).

Masing-masing perwakilan sembilan kabupaten/kota se-Bali akan unjuk kepiawaian dan kebolehan membawakan aneka pergelaran, antara lain seni klasik gambuh, gambang, wayang wong, gamelan, topeng, dan wayang kulit.

Guna mencerminkan keberagaman dan kekayaan budaya nusantara dan negara sahabat, ditampilkan pula, antara lain pertunjukan seni virtual dari Papua, tari tradisi Paser dari Kalimantan Timur, dan tari klasik India.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement