Jumat 04 Jun 2021 22:30 WIB

Satgas Covid Makassar Segel Proyek Apartemen Sudirman Suites

Ada 45 orang pekerja proyek tersebut terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

Petugas berdiri di dekat mobil khusus Satgas Pemburu COVID-19 (Covid Hunter) di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/6/2021). Pemerintah Kota Makassar meluncurkan Satgas Pemburu COVID-19 yang bertugas mencari warga yang terpapar COVID-19 di setiap kelurahan dengan menyiapkan total sebanyak 200 ribu alat tes cepat antigen guna mempercepat penanganan COVID-19 di daerah itu.
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Petugas berdiri di dekat mobil khusus Satgas Pemburu COVID-19 (Covid Hunter) di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/6/2021). Pemerintah Kota Makassar meluncurkan Satgas Pemburu COVID-19 yang bertugas mencari warga yang terpapar COVID-19 di setiap kelurahan dengan menyiapkan total sebanyak 200 ribu alat tes cepat antigen guna mempercepat penanganan COVID-19 di daerah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyegel proyek pembangunan apartemen 31 Sudirman Suites di jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ujungpadang. Langkah ini dilakukan menyusul 45 orang pekerja proyek tersebut terkonfirmasi positif terpapar virus corona.

"Dari laporan diterima, ada 45 pekerjanya terkonfirmasi positif dan masih dirawat di Rumah Sakit Pelamonia. Pekerjanya itu didatangkan dari Jawa," sebut Master Covid-19, Kecamatan Ujung Pandang, Andi Pattawari, Jumat (4/6).

Baca Juga

Usai mendapat informasi tersebut,tim Satgas Raika (Pengurai Kerumunan) dibantu personel TNI Polri langsung melakukan penyegelan guna mengantisipasi terjadi penyebaran virus. Termasuk meminta pihak pengembang proyek menghentikan pembangunan sementara waktu. Namun pihak kontraktor melawan hingga terjadi perdebatan secara alot antara pihak kontraktor dengan tim Satgas karena menolak proyek itu disegel. 

Meski pihak kontraktor beralasan pekerjanya sudah ditangani secara medis, tetapi Satgas tetap kukuh proyek itu harus disegel dan menghentikan aktivitasnya, karena rawan penularan. Sampai akhirnya pihak proyek menerima penyegelan.

Pattawari mengemukakan, dari penjelasan manajemen HRD pada proyek itu, pekerjanya semua berasal dari Jawa Tengah. Mereka tiba di Makassar mulai 30 Mei 2021, kemudian menjalani rapid tes antigen secara bertahap. Dari 59 orang yang di rapid antigen, tujuh orang di antaranya terkonfirmasi positif. Selanjutnya, pada 1 Juni 2021, dilakukan swab tes terhadap 142 pekerja, dan hasilnya, terdapat 33 orang positif.

"Hari ini ada lagi di swab 10 orang pekerja. Hasilnya, ada lima orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Tim Satgas juga menyegel mess pekerjanya di Jalan Batu Putih," ujarnya.

Penyegelan tersebut, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus. Rencananya, seluruh pekerja dan stafnya akan di tracing serta ditesting Swab PCR secara langsung oleh tim Satgas Hunter Covid yang di sudah diaktifkan per hari ini. "Inilah yang kita antisipasi. Besok dilakukan tracing dan testing oleh Satgas Covid Hunter yang hari ini telah diluncurkan Wali Kota. Kita sudah koordinasikan dengan puskesmas Ujungpandang untuk melaksanakan operasi," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, manajemen HRD PT Totalindo Construction Building selaku kontraktor proyek apartemen itu, Sabdi Jati, membenarkan adanya penyegelan proyek menyusul puluhan pekerjanya terpapar korona. Kendati demikian, dia beralasan, para pekerja itu belum mulai bekerja di lokasi proyek tersebut. "Iya, baru datang dari Jawa Tengah, belum ada yang mulai bekerja, karena baru tiba disini," katanya beralasan.

Sementara data gugus tugas Covid-19 Sulsel, per 4 Juni 2021, terdapat penambahan pasien positif sebanyak 13 orang dari 804 spesimen yang diperiksa. Jumlah akumulasi pasien positif hingga hari ke-442, tercatat 62.280 orang. (Belum diketahui apakah ke 45 orang pekerja itu dimasukkan atau tidak).

Sedangkan angka kesembuhan bertambah 18 orang pasien, dengan jumlah akumulasi pasien sembuh sebanyak 60.958 orang. Pasien meninggal dunia juga bertambah satu orang, dengan akumulasi angka kematian sebanyak 948 orang.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement