Kamis 03 Jun 2021 23:52 WIB

Road Bike Boleh Melintas di JLNT pada Sabtu-Ahad Pagi

Road bike boleh melintas JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada Sabtu-Ahad pagi.

Sejumlah pesepeda melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu di Jakarta
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah pesepeda melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan sepeda balap (road bike) boleh melintas di Jalan Layan Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, pada hari Sabtu dan Ahad 05.00-08.00 WIB. Pertimbangannya, karena saat itu lalu lintas (lalin) sedang sepi.

"Itu dipilih pada waktu lalu lintasnya atau traffic-nya rendah, Sabtu dan Minggu pada jam 05.00-08.00," kata Syafrin di Jakarta, Kamis (3/6).

Baca Juga

Syafrin lebih lanjut juga menjelaskan pada momentum tersebut juga, kecepatan angin rendah sehingga tidak membahayakan pesepeda yang melintas di JLNT. Kondisi juga didukung dengan pengalihan arus kendaraan bermotor di JLNT sehingga sepeda balapbisa melintas dengan aman.

"Dari sisi kecepatan pengukuran rata-rata kecepatan para road biker itu 40 kilometer per jam dan pagi hari itu hembusan angin tidak terlalu tinggi sehingga ini masih bisa dibawa kendali," ujarnya.

Syafrin mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan lalu lintas normal pada hari dan jam kerja yang menyebabkan kendaraan bermotor roda dua dilarang melintas di JLNT tersebut. Karena, di saat bersamaan, banyak kendaraan roda empat yang melintas sehingga lebar JLNT tidak aman untuk dilalui oleh kendaraan roda dua.

"Lebar lajur itu kurang ideal untuk ditambah dengan sepeda motor di satu lajur sisi paling kiri sehingga ini sangat membahayakan jika sepeda motor dibiarkan melintas di atas bersama-sama dengan mobil," ujarnya.

Syafrin juga menjelaskan, jalur khusus sepeda balap perlu diatur karena Pemprov DKI Jakarta melihat ada aspek keselamatan yang berpotensi diabaikan seiring bertumbuhnya komunitas pesepedaitu di Jakarta. Setiap Sabtu-Minggu, kata Syafrin, banyak pengendara sepeda balap masuk jalur kendaraan bermotor menggunakan lajur kanan dan berpotensi terjadi kecelakaan.

"Dan untuk itu pemerintah harus memikirkan bagaimana lintasan mereka itu aman sehingga pengguna (jalan) lainnya juga tak masalah," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement