Ahad 30 May 2021 22:14 WIB

ASN di Depok Bunuh Diri, Diduga Cemburu dengan Istri

Nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam rumahnya.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Mas Alamil Huda
Bunuh diri/ilustrasi
Foto: Max Pixel
Bunuh diri/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN), SM (45 tahun) yang berdomisli di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, nekat bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. SM bunuh diri diduga karena cemburu terhadap istrinya. 

"Motifnya diduga karena cekcok keluarga, cemburu dengan istrinya," ujar Kapolsek Beji, Kompol Agus Khaeron di Mapolsek Beji, Kota Depok, Ahad (30/5).

Jasad SM, pertama kali diketahui oleh rekannya bernama Rizki yang hendak berkunjung ke rumah korban. Saat itu saksi menanyakan kepada istri korban, apakah korban semalam pulang, yang kemudian dikasih tahu oleh istrinya korban pulang pukul 23.00 WIB. Lalu atas permintaan istri korban, saksi mengecek korban di lantai dua rumahnya, dan terkejut melihat korban sudah tergantung kaku di seutas tali.

Menurut Agus, setelah melihat jasad korban, saksi langsung berteriak dan memanggil seluruh anggota keluarga korban yang ada di rumah, untuk membantu mengevakuasi korban. "Akhirnya saksi memanggil seluruh keluarga korban dan jenazah diturunkan oleh empat orang yang merupakan keluarga korban," ujar dia.

Lanjut Agus, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasaan fisik yang mengarah pada pembunuhan. "Murni lantaran bunuh diri. Ini terlihat karena tidak ada tanda-tanda kekerasan, serta diperkuat dengan petunjuk dan saksi di lokasi kejadian perkara," ujar Agus.

Agus menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari beberapa saksi di lokasi, korban sempat bermasalah dengan istrinya. Selain itu, korban juga sempat mengirim pesan singkat pada anaknya yang pada intinya korban ingin menyampaikan permintaan maaf.

"Menurut keterangan saksi bahwa korban sempat kirim pesan WA kepada anaknya dengan ucapan permintaan maaf. Dugaan sementara korban gantung diri dikarenakan masalah keluarga," tegasnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada jasad korban dan memilih untuk segera dimakamkan. "Pihak keluarga menerima kematian korban dengan ikhlas," kata Agus.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement