Senin 17 May 2021 12:36 WIB

Aksi Dukung Palestina Merdeka Diwarnai Injak Bendera Israel

Aksi demo kutuk Israel di Surabaya, yang pertama di Indonesia saat pandemi Covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Erik Purnama Putra
Aksi ratusan pemuda tergabung Persatuan Pemuda Pemudi Pejuang Islam Indonesia Aksi Bela Palestina menginjak bendera Israel di depan gedung DPRD Jatim, Kota Surabaya, Senin (17/5).
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Aksi ratusan pemuda tergabung Persatuan Pemuda Pemudi Pejuang Islam Indonesia Aksi Bela Palestina menginjak bendera Israel di depan gedung DPRD Jatim, Kota Surabaya, Senin (17/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ratusan pemuda-pemudi yang mengatasnamakan Persatuan Pemuda Pemudi Pejuang Islam Indonesia Aksi Bela Palestina turun ke jalan guna mendukung kemerdekaan Palestina di depan gedung DPRD Jatim, Kota Surabaya, Senin (17/5). Dalam catatan Republika, aksi dukungan terhadap Palestina itu merupakan yang pertama di Indonesia selama pandemi Covid-19.

Pantauan di lokasi, hampir seluruh peserta aksi membawa dan mengibarkan bendera Palestian sebagai bentuk dukungan akan kemerdekaan dan kedaulatan negara tersebut. Selain menyuarakan dukungan kemerdekaan Palestina, mereka juga mengutuk keras agresi yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Kutukan tersebut mereka ekspresikan dalam berbagai aksi. Aksi yang paling menonjol adalah aksi menginjak bendera Israel secara bergantian. "Kami mendukung Palestina untuk merdeka dan berdaulat," ujar koordinator aksi Mila Mahmudah.

Massa aksi menegaskan, aksi yang digelar akan berkelanjutan. Artinya, akan ada aksi serupa apabila keinginan mereka tak didengar atau agresi Israel masih digencarkan. Mila berharap, pemerintah turun tangan dan lebih tegas untuk membantu Palestina agar bisa meraih kedaulatan dan kemerdekaan.

 

"Pemerintah harus lebih tegas, harus lebih menginisiasi untuk memperjuangkan Palestina untuk merdeka. Seperti yang Bung Karno dan presiden-presiden sebelumnya minta, Indonesia akan terus bersama Palestina selama masih dijajah Israel," kata Mila.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement