Senin 10 May 2021 15:41 WIB

Di DIY Tak Ada Destinasi di Zona Oranye dan Merah

Destinasi wisata yang masuk zona orange dan merah tidak boleh beroperasi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Hiru Muhammad
Pengunjung menikmati sore di kawasan Titik Nol Yogyakarta, Ahad (21/3). Sejak vaksinasi Covid-19 massal untuk kawasan Malioboro kunjungan wisatawan naik cukup pesat terutama untuk akhir pekan. Meski masih di pagar, kawasan Titik Nol Yogyakarta masih menjadi tujuan wisatawan menghabiskan sore hari.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pengunjung menikmati sore di kawasan Titik Nol Yogyakarta, Ahad (21/3). Sejak vaksinasi Covid-19 massal untuk kawasan Malioboro kunjungan wisatawan naik cukup pesat terutama untuk akhir pekan. Meski masih di pagar, kawasan Titik Nol Yogyakarta masih menjadi tujuan wisatawan menghabiskan sore hari.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan ada 24 RT masuk zona oranye dan lima RT masuk zona merah Covid-19. Namun, tidak ada destinasi wisata yang masuk dalam zona merah dan zona oranye tersebut.

Sehingga, seluruh destinasi wisata yang ada akan dibuka saat libur lebaran 2021. Sebab, destinasi wisata yang tidak boleh beroperasi hanya diwajibkan bagi destinasi yang masuk dalam zona oranye dan merah.

Total, setidaknya ada 127 destinasi wisata yang tercatat di Visiting Jogja. Sementara, total RT yang ada di DIY mencapai 27.681 RT.

"Basic-nya zonasi RT, total ada 27.681 RT (di DIY), yang masuk zona orange hanya 24 RT dan lima RT masuk zona merah. Sampai saat ini belum ada destinasi yang masuk zona oranye dan merah," kata Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (10/5).

Ditya menjelaskan, 24 RT yang masuk dalam zona oranye tersebut terdiri dari lima RT di Kabupaten Bantul, tiga RT di Kabupaten Kulon Progo, tiga RT di Kabupaten Gunungkidul dan 13 RT di Kabupaten Sleman. Sedangkan, lima RT yang masuk dalam zona merah terdiri dari dua RT di Bantul dan tiga RT di Sleman.

Selain itu, untuk RT yang masuk dalam zona hijau cukup besar di DIY yakni mencapai 26.363 RT. RT zona hijau terbanyak dilaporkan di Sleman dengan jumlah 7.351 RT, disusul Gunungkidul sebanyak 6.779 RT, 5.526 RT di Bantul, 4.300 RT di Kulon Progo dan 2.407 RT di Kota Yogyakarta.

"RT yang masuk dalam zona hijau menunjukkan tidak ada satupun rumah yang terkonfirmasi positif Covid-19," jelas Ditya.

Untuk RT yang masuk dalam zona kuning mencapai 1.278 RT di DIY. Rinciannya ada 531 RT di Sleman, 372 RT di Bantul, 175 RT di Kulon Progo, 128 RT di Kota Yogyakarta dan 71 RT di Gunungkidul."RT di zona kuning menunjukkan ada satu sampai dua rumah yang terkonfirmasi positif," ujarnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement