Senin 03 May 2021 16:12 WIB

Soal Kelumpuhan Guru SA di Sukabumi, Ini Kata Tim Riset

Hasil audit KIPI serius Covid 19 Kabupaten Sukabumi ada beberapa hasil.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Manajer Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Inovasi dan Kerjasama FK Unpad Profesor Kusnandi Rusmil mengatakan, belum ada bukti kelemahan anggota gerak dan keburaman mata akibat vaksin covid-19.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Manajer Bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Inovasi dan Kerjasama FK Unpad Profesor Kusnandi Rusmil mengatakan, belum ada bukti kelemahan anggota gerak dan keburaman mata akibat vaksin covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru berinisial SA di Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi Covid-19. SA, mengalami gangguan penglihatan dan lumpuh setelah vaksin Covid tahap 2 untuk tenaga pendidik pada 31 Maret lalu.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad yang juga Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Prof Kusnandi Rusmil, tim telah menganalisa kejadian pascaimuniasi yang terjadi pada subjek SA umur 31 pekerjaan guru. 

"Ini analisis di tingkat komnas KIPI, ini hasil pertemuan kami antara Komnas KIPI dan KOMDA KIPI. Hasil audit KIPI serius Covid 19 Kabupaten Sukabumi ada beberapa hasil," ujar Kusnandi kepada wartawan secara virtual, Senin (3/5).

Kusnandi menjelaskan, kasus tersebut telah dikaji bersama dengan hasil sebagai berikut, SA wanita 31 tahun dengan keluhan kedua mata mata buram dan kelemahan anggota gerak, keluhan mata buram muncul 12 jam pasca suntikan vaksin Covid. Lalu, dilakukan rujukan ke rumah sakit selama 23 hari 1 April - 23 April 2021. Kemudian, dilakukan ct scan torax.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan spesialisasi syaraf di diagnosa dengan GBS, saat ini keadaan umum SA sudah membaik mata sudah membaik. Jadi, pekan depan akan kontrol ke tempat rawat inap.

"Belum ada bukti temuan yang kuat KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) terhadap SA," katanya.

Menurut Kusnansi, terkait KIPI berdasarkan laman web kanal vaksin  dari 1 April hingga 21 April telah dilakukan vaksinasi terhadap hampir 20 juta dosis dan tidak diketemukan keluhan gejala klinis serupa yang ditemukan keluhan gejala klinis serupa yang dilaporkan termasuk pada uji klinis vaksin 1,2 dan 3. 

"Belum ada bukti kelemahan anggota gerak dan keburaman mata akibat vaksin covid-19," katanya.

 

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement