Kamis 08 Apr 2021 23:55 WIB

NTT akan Beri Pendampingan Psikologis Bagi Anak Korban

Anak-anak banyak yang cukup trauma akibat siklon tropis itu.

Jembatan penghubung ke dermaga kapal ikan roboh karena diterjang gelombang kencang akibat badai Siklon tropis Seroja di Kota Kupang, NTT, Kamis (8/4/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat sebanyak 1.264 rumah mengalami rusak berat, satu orang meninggal dunia dan tujuh orang luka berat dampak dari angin kencang pada Minggu (4/4).
Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Jembatan penghubung ke dermaga kapal ikan roboh karena diterjang gelombang kencang akibat badai Siklon tropis Seroja di Kota Kupang, NTT, Kamis (8/4/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat sebanyak 1.264 rumah mengalami rusak berat, satu orang meninggal dunia dan tujuh orang luka berat dampak dari angin kencang pada Minggu (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya menyediakan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana alam di wilayahnya. Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat menyampaikan keterangan pers secara virtual Kamis (8/4) mengatakan bahwa tidak sedikit anak yang mengalami trauma akibat bencana yang melanda sebagian wilayah NTT.

"Oleh sebab itu, pemda akan mengusahakan supaya ada konseling dari psikolog kepada anak-anak kita yang trauma," katanya.

Baca Juga

Josef menuturkan bahwa saat memantau kondisi pengungsi, dia bertemu dengan anak yang pada Ahad (4/4) terendam lumpur. "Dia terendam lumpur, dan masih hidup. Tapi kita tahu, anak-anak banyak yang cukup trauma akibat siklon tropis," kata dia.

Siklon Tropis Seroja menimbulkan bencana banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang pasang di wilayah NTT. Bencana alam yang melanda wilayah NTT menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis telah menyebabkan 163 orang meninggal dunia dan 45 orang hilang.Selain itu, bencana alam menyebabkan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum serta memaksa ribuan orang mengungsi di NTT.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement