Kamis 01 Apr 2021 16:11 WIB

Mudik Dilarang, Pengelola Wisata Bidik Wisatawan Lokal

Masa pandemi ini wisata indoor kurang diminati, wisatawan menyukai kegiatan outdoor

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Pemerintah telah resmi mengeluarkan larangan mudik dan meniadakan cuti bersama, pada Lebaran tahun 2021 ini. Hal ini membuat pengelola tempat wisata melakukan berbagai strategi demi tetap bisa menarik kunjungan wisatawan.
Foto: istimewa
Pemerintah telah resmi mengeluarkan larangan mudik dan meniadakan cuti bersama, pada Lebaran tahun 2021 ini. Hal ini membuat pengelola tempat wisata melakukan berbagai strategi demi tetap bisa menarik kunjungan wisatawan.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Pemerintah telah resmi mengeluarkan larangan mudik dan meniadakan cuti bersama, pada Lebaran tahun 2021 ini. Hal ini membuat pengelola tempat wisata melakukan berbagai strategi demi tetap bisa menarik kunjungan wisatawan.

Tak terkecuali Kampoeng Kopi Banaran (Kakoba), yang per 1 April ini, resmi dikelola oleh PT Dyandra Banaran Nusantara (DBN), yang merupakan kolaborasi antara PTPN IX bersama dengan Dyandra &Co.

“Kami paham, Pemerintah telah melarang mudik pada Lebaran tahun ini, namun optimisme kami tetap ada dengan membidik wisatawan daerah (lokal),” ungkap General Manager Kakoba, Frina Bonita, di Skyview Kakoba, Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (1/4).

Frina mengatakan, kendati mudik memang dilarang dan mobilisasi warga dari luar Jawa Tengah bakal berkurang, ia tetap optimistis aktivitas masyarakat lokal Jawa Tengah untuk menikmati liburan hari raya Idul Fitri masih tetap tinggi.

Terlebih selain berlokasi di jalur utama Semarang-Solo Kakoba juga berlokasi tidak jauh dari exit tol Semarang- Solo di Bawen, yang memang memungkinkan masyarakat bisa mengakses dengan mudah.“Artinya, optimisme terhadap market lokal masih sangat terbuka dan manajemen pengelola Kakoba juga telah menyiapkan beberapa startegi untuk menyasar market kunjungan masyarakat lokal tersebut,” tambahnya.

Misalnya, jelas Frina, dengan menyiapkan sejumlah wahana atau arena permainan yang baru untuk menyambut sekaligus untuk menarik kunjungan wisatawan, pada saat masa libur Lebaran nanti.

Salah satunya dilakukan dengan meluncurkan Banaran Coffe Camp, yang pelaksanaannya bertepatan dengan dimulainya pengelolaan Kakoba oleh PT DBN, per 1 April 2021 hari ini.

Ia juga mengungkapkan, riset yang dilakukan terhadap animo wisata masyarakat di masa pandemi Covid-19 menunjukkan, selama masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, wisata in door (dalam ruangan) masih kurang diminati.

Sebaliknya wisata alam terbuka kian menjadi wisata alternatif yang paling diminati oleh masyarakat, baik untuk berakhir pekan maupun untuk untuk mengisi liburan bersama dengan keluarga.

“Selain karena alasan sirkulasi udara yang lebih leluasa dan wisata alam juga kian banyak alternatifnya, meskipun hanya di lingkup daerah,” tambah Frina.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan, Banaran Coffe Camp merupakan satu area khusus dengan fasilitas glamping di tengah suasana alam terbuka yang asri, yakni di tengah- tengah perkebunan kopi PTPN IX kawasan Kakoba, Bawen serta panorama pegunungan dan Danau rawapening.

Berdasarkan spesifikasi market, fasilitas ini menawarkan kepada para penyuka aktivitas luar ruangan kelompok back packer. “Untuk wisatawan ‘koper’, selama ini kami sudah memiliki banaran Resort yang lebih eksklusif,” lanjutnya.

Di luar ini, PT DBN juga menyiapkan berbagai permainan baru dengan memanfaatkan potensi wisata alam yang ada di kawasan Kakoba, seperti wahana berkuda, menyiapkan jogging track serta arena trial bike di tengah- tengah perkebunan kopi yang asri dan lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement