Rabu 31 Mar 2021 12:10 WIB

Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid di Jakarta Turun

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi sebesar 49 persen.

Petugas keamanan merapikan bilik isolasi mandiri pasien COVID-19
Foto: Prayogi/Republika.
Petugas keamanan merapikan bilik isolasi mandiri pasien COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di ruang isolasi dan intensive care unit (ICU) rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota kembali mengalami penurunan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya pada Selasa (30/3) mengungkapkan, berdasarkan data per 28 Maret 2021 menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur isolasi sebesar 49 persen. Jumlah tempat tidur isolasi yang tersedia pun sebanyak 7.692 unit dan sudah terisi 3.774 pasien.

Sementara itu, untuk tempat tidur ICU, telah terisi 51 persen. Adapun kapasitasnya, yakni total 1.137 unit dan telah diisi oleh sebanyak 610 pasien.

Apabila dibandingkan dengan data keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU pada dua pekan sebelumnya, terlihat adanya mengalami penurunan. Berdasarkan data per 14 Maret 2021 lalu, tercatat dari 8.073 unit tempat tidur isolasi, telah terisi sebanyak 4.530 pasien atau 56 persen dari kapasitas.

Sedangkan untuk tempat tidur ICU, dari total 1.136 unit terisi sebanyak 753 orang pasien atau 66 persen dari kapasitas.

Meski tingkat keterisian tempat tidur isolasi mengalami penurunan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi Alhamdulillah, ini semua kerja sama kita, semua tetap waspada, hati-hati dan tetap jalankan protokol kesehatan," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/3).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement