Jumat 19 Mar 2021 16:40 WIB

Keluarga Polisi Hilang Saat Tsunami Diberangkatkan ke Aceh

Adik dan kakak Brimob Ajun Brigadir Polisi Asep akan mendatangi RSJ Banda Aceh.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Yudha Manggala P Putra
 FILE - Dalam foto file 27 Desember 2004 ini, pemandangan dari udara menunjukkan daerah-daerah yang terkena tsunami di dekat pinggiran pantai Banda Aceh, ibu kota provinsi Aceh, masih tergenang air.
Foto: AP / Xinhua, Enwaer
FILE - Dalam foto file 27 Desember 2004 ini, pemandangan dari udara menunjukkan daerah-daerah yang terkena tsunami di dekat pinggiran pantai Banda Aceh, ibu kota provinsi Aceh, masih tergenang air.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Polda Lampung akan memberangkatkan keluarga anggota Brimob Ajun Brigadir Polisi Asep ke Aceh. Mereka akan melihat keberadaan pria diduga Asep di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh. Brigadir Asep dinyatakan hilang (telah meninggal dunia) saat terjadi tsunami Aceh pada Desember 2004 silam.

“Keluarga Asep akan kami berangkatkan ke Banda Aceh menjemput Asep,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad di Bandar Lampung, Jumat (19/3).

Keluarga yang akan datang ke RSJ Banda Aceh tersebut adalah kakak dan adik Asep yakni Saiful dan Mahyudi. Sebelumnya, petugas Polda Lampung mendatangi keluarganya di Dusun 1 Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tim juga telah mengambil sampel DNA keluarga Asep. Sampel itu akan dicocokkan dengan pria diduga Asep, pasien di RSJ Banda Aceh.

Brigadir Asep dinyatakan hilang oleh keluarga saat tsunami Aceh 2004 silam. Wajahnya tiba-tiba viral di media sosial masih hidup dan menjadi pasien di RSJ Banda Aceh. Asep ditemukan rekan seangkatannya semasa di Brimob Kedung Halang Bogor.

Tim Inafis Polda Aceh sebelumnya juga telah mengambil sampel DNA pasien RSJ Banda Aceh yang diduga Asep.

Mendapat kabar tersebut, keluarga Asep di Natar, Lampung menyatakan kegembiraannya. Keluarga Asep tidak percaya kalau ada kemungkinan Asep masih hidup dan berada di RSJ Banda Aceh.

Sebelumnya ia diyakini sudah meninggal dalam bencana tersebut. Berdasarkan ciri-ciri fisik, keluarga sementara ini disebut meyakini pria di media sosial tersebut anggota keluarganya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement